Laksmi dan Made: Pre-wedding Seru di Gunung Gede

Prewedding Adventure

.

.

Sebelum melangsungkan pernikahan, ada sebuah tradisi khusus yang ngetren di kalangan para calon penganten masa kini, yaitu foto prewedding. Ini adalah salah satu cara untuk mengabadikan momen bersama pasangan sebelum melangkah ke babak kehidupan yang baru.

Tidak hanya di studio, foto prewedding juga kerap dilakukan di berbagai lokasi yang eksotis dan natural. Unsur kebersamaan dan petualangan menjadi highlight yang diharapan menjadi kenangan indah. Itu pula yang ingin dimiliki Laksmi dan Made, pasangan yang sedang mempersiapkan pernikahan ini. Nah, simaklah pengalaman seru mereka berikut ini.

Laksmi dan Made sudah berpacaran selama 7,5 tahun. Made adalah kakak kelas Laksmi di SMA. Lucunya, mereka sama sekali nggak saling mengenal saat duduk di bangku sekolah menengah atas.

“Kami resmi berkenalan dan memulai komunikasi setelah dia alumni. Waktu itu sih sejujurnya aku belum berniat pacaran serius sama Made,” aku Laksmi. Namun, rencana Tuhan ternyata berbeda. Mereka berpacaran cukup lama hingga pertengahan 2016 lalu, Made melamar Laksmi dengan kejutan yang super manis di Apsara Resto.

Hubungan yang santai itu bermodalkan saling support dan saling belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Apalagi, keduanya memiliki kebiasaan dan selera yang benar-benar berbeda. “Misalnya, dari karakter pribadi, Made semakin lama semakin kalem, sedangkan aku semakin bawel,” ujar Laksmi.

Namun, Laksmi dan Made juga memiliki persamaan, yaitu menyukai suasana outdoor. Inilah alasan utama yang mendorong keduanya untuk melakukan prewedding dengan konsep outdoor yang natural.

Hiking Pertama Kali

Laksmi dan Made sebenarnya bukan anak gunung. Justru, hiking ke Gunung Gede merupakan pengalaman pertama bagi mereka. Tantangannya beragam, mulai dari izin orang tua yang agak alot hingga persiapan fisik dan mental karena cuaca yang kurang bersahabat. “Medan pendakian tentu akan semakin berat kalau hujan turun,” jelas Laksmi. Namun, semua itu tidak menyurutkan niat mereka untuk melanjutkan rencana.

Pada hari yang telah ditentukan, Laksmi, Made, dan tim fotografi berangkat dari Pos Putri sekitar pukul 09.00 WIB. Cuaca pada pagi itu sangat cerah. Panas matahari menyengat. Jalur pendakian memang belum semuanya terlindung pepohonan karena masih berada di sekitar pemukiman warga.

Semakin lama, jalur yang ditempuh semakin terjal dan lumayan membuat anggota tim ngos-ngosan. “Kami pun harus ekstra hati-hati karena di tengah perjalanan hujan rintik-rintik mulai turun. Jalur menjadi lebih licin,” kisah Laksmi.

Bukan hanya itu. Semakin jauh mendaki dan memasuki hutan, udara pun semakin dingin. Laksmi yang menderita sinus sejak setahun terakhir mulai merasa hidungnya tidak beres. “Tangan dan kaki terasa beku. Dan jalur pendakian seperti nggak ada ujungnya. Sinyal handphone juga nggak terlihat segaris pun. Itu membuatku mulai panik. Gimana kalau aku sakit? Gimana kalau terjadi sesuatu dan kita nggak bisa menghubungi siapa-siapa?”

Hal ini sempat membuat Laksmi ingin pulang ketimbang menyelesaikan misi utama. Untungnya, tim yang berangkat bersama mereka cukup berpengalaman dalam hal pendakian. Melihat kondisi fisik Laksmi yang capek dan panik, mereka mencoba bercanda supaya suasana menjadi santai.

Dengan dukungan Made dan teman seperjalanan, Laksmi dan tim sampai di lokasi yang diinginkan pada pukul 3 sore. Di sana terlihat hamparan Alun-Alun Surya Kencana yang memanjakan mata dan kaki karena jalur tidak lagi menanjak.

Sesi Foto

Meskipun kondisi Alun-Alun masih gerimis, tim fotografi malah mengusulkan untuk segera memulai sesi foto. Padahal, Laksmi belum sempat melakukan touch up, bahkan sisiran. Namun, karena masih senang dan takjub melihat pemandangan indah tersebut, ia berani mengiyakan.

“Foto sesi pertama ini menangkap kebahagiaan kami yang baru saja menyelesaikan pendakian. Nggak peduli kaki pegel dan muka kucel, kami asyik bermain di antara edelweiss. Rintih-rintik hujan yang tertangkap kamera membuat hasil foto pun semakin romantis,” tutur Laksmi.

Malam itu, mereka berkemah dan makan malam bersama. Rencananya, mereka akan mendaki ke puncak Gunung Gede pada pukul 04.00 dini hari. Sempat ada rasa pesimis bisa sampai ke puncak karena malam itu hujan turun dengan deras dan tenda juga bocor. Bahkan, kondisi fisik Laksmi menurun.

Beruntung, segala sesuatu bisa diatasi dengan baik sehingga mereka bisa mendaki ke puncak sesuai rencana. “Kami tiba pada saat matahari terbit dan segera bersiap melakukan sesi foto kedua. Lucunya, kami sempat dimintai foto bareng oleh beberapa pendaki di sana. Mungkin mereka merasa aneh melihat penampilanku yang saat itu sanggup memakai gaun padahal cuaca sedang dingin-dinginnya,” kata Laksmi tertawa.

Perjalanan pulang hanya memakan waktu sekitar 4 jam dan mereka lebih menikmatinya. Mungkin karena badan sudah mulai beradaptasi dan hati diliputi perasaan senang telah berhasil mendaki ke puncak. Hujan besar saat itu tidak lagi menjadi masalah besar. “Perjalanan ini menjadi seperti petualangan bagiku dan Made. Di tengah-tengah tekanan persiapan pernikahan yang tinggal 2 bulan lagi ditambah tekanan pekerjaan, 2 hari di gunung seperti refreshing.”

Kok prewedding sampe segitunya? Awalnya, Laksmi juga berpikir demikian. Namun, setelah dijalani, ternyata banyak benefit yang mereka dapatkan dari perjalanan itu. Bukan hanya sekadar memiliki foto prewedding yang oke, tetapi juga merasakan pengalaman yang jauh lebih berharga.

“Kayaknya pengalaman seperti ini bakalan seru kalau nanti diceritakan ke anak cucu,” ujar Laksmi tersenyum.

Vendor Memuaskan

Vendor yang dipilih Laksmi untuk foto prewedding adalah Redwhite Photo dan Artventura Project. “Kami ingin hasil yang senatural mungkin, tanpa properti berlebihan, supaya keindahan Gunung Gede lebih terekspos. Kami juga ingin menonjolkan momen kebersamaan kami. Sepertinya, mereka memang ahli dalam hal itu karena hasilnya beyond my expectation. Mereka juga mahir membangun mood dan mencairkan “muka kaku” saat sesi foto berlangsung,” ujar Laksmi. Poin plusnya, hasil foto beserta miniclip-nya selesai dengan cepat.

Bagi Laksmi, seluruh perjalanan mereka mendaki Gunung Gede sangat berkesan. Ada hal-hal baik yang didapatkan, misalnya membuat mereka lebih fokus satu sama lain, lebih sabar, dan lebih mengerti kondisi masing-masing. “Awalnya sih sempat kesel karena nggak ada sinyal, tapi ternyata itu juga bagian yang menyenangkan.”

Namun, yang paling membuat Laksmi dan Made terkesan adalah ketika keduanya harus menjalani sesi foto dalam keadaan hujan. Saat itu, mereka baru saja tiba dan cuaca kurang bersahabat. Sempat ada kekhawatiran karena mereka tidak bisa mendapatkan golden hour. Namun, ternyata hasil foto yang didapatkan tetap memuaskan.

Pesan dari Laksmi untuk para bride to be (jika ingin melakukan preweddingdengan tema yang sama dan baru pertama kali hiking) adalah:

  • Persiapkan fisik dan mental. Ini penting. Sempatkan latihan membawa tas yang diisi agak berat sambil naik turun tangga atau sambil jogging.
  • Bawa obat-obatan. Suhu di Gunung Gede saat itu mencapai 7 derajat. Situasi ini sempat membuat hidungku mampet sampai sesak nafas dan aku menyesal nggak membawa obat-obatan yang cukup. Make sure kesalahanku ini nggak terulang oleh kalian, ya!
  • Gunakan sepatu hiking yang nyaman dan bekal kaos kaki yang cukup banyak.
  • Tidak perlu membawa banyak properti untuk keperluan sesi foto karena gunung itu sendiri sudah menjadi properti yang cantik. Tentunya, ini juga untuk meringankan bawaan kita. Kalau ingin membawa bunga, bisa gunakan dried flower. Jangan memetik edelweiss yang ada di gunung.
  • Kenakan kostum yang nyaman. Memang, foto menggunakan dresssaat di puncak akan terlihat cantik. Namun, kalau nggak kuat dengan hawa dingin, jangan dipaksakan. Berfoto dengan mantel bisa menjadi alternatif lain dan tetap cantik, kok.
  • Enjoy the journey!
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s