Cari

"..anindya bercerita…"

~ traveling, hiking, running & social enthusiasm ~

sehari menginspirasi – menularkan energi dan mendapatkan energi positif

Sehari Menginspirasi.

Seperti beberapa tahun sebelumnya, hari ini saya kembali menambahkan sekantung energi positif kedalam diri. Sehari menginspirasi untuk anak-anak di Sekolah Dasar tepatnya. Memang hanya sehari, tetapi bagi kami adalah sesuatu yang cukup berarti.

Hari Inspirasi.

Hari inspirasi adalah hari dimana kami melepaskan semua rutinitas kami sebagai pekerja atau mahasiswa untuk menginspirasi dan membagi ilmu tentang profesi yang kami geluti. Sesuai hasil di hari briefing, seperti biasa kami dibagi dalam beberapa kelompok. Kelas inspirasi tahun ini diikuti sekitar 1.600 orang relawan. Wow, jumlah yang terus bertambah setiap tahunnya menandakan bahwa semakin banyak manusia-manusia baik di muka bumi yang ingin berbagi.

Kali ini saya beserta 21 relawan inspirator dan 5 relawan dokumentator berkesempatan membagikan energi positif di SDN Babakan Sinyar Bandung. Pertemuan kami di awali di hari briefing dan di akhiri dengan pembentukan Whatsapp Group untuk memperjelas komunikasi. Pertemuan untuk merencanakan skenario pada saat hari inspirasi pun kita lakukan. Sungguh sangat luar biasa, kali ini saya dipertemukan dengan orang-orang yang luar biasa. Mulai dari profesi Chef hingga profesi Pak Polisi.

Hari inspirasi kali ini saya kembali diberi kesempatan menjadi inspirator dengan provesi Traveler. Sebenarnya ini bukan profesi asli saya hehe, tapi profesi sampingan saya dan dunia yang benar-benar saya geluti dan saya cintai.

Kali ini saya mendapatkan kesempatan untuk mengajar di kelas 4B , 2A dan 3A. Setelah beberapa kali berpartisipasi dalam kegiatan ini, sungguh sangat terasa betapa besar dan mulianya jasa ibu dan bapak ibu guru. Mengajar dan Mengayomi anak-anak sekolah dasar memang bukanlah sesuatu hal yang mudah. Sunggu besar tantangannya. Energi yang dikeluarkan juga sungguh sangat menguras tenaga. Menghadapi murid-murid sekolah dasar memang sangat membutuhkan mental yang sabar.

Jam 09.00 saya mendapatkan giliran mengajar di ruang kelas 4B. Murid-murid di kelas 4 sungguh sangat antusias ketika saya masuk ke kelas. Kali ini persiapan saya untuk mengajar tidak begitu banyak, hanya sebuah peta indonesia dan laptop berisi video pendakian gunung saya suguhkan untuk anak-anak dikelas.

Pertanyaan pertama yang terlontar dari mulut saya adalah Apa ibukota Indonesia?, lalu berlanjut Dimanakah letak Kota Bandung? dan berlanjut pertanyaan-pertanyaan selanjutnya tentang kota-kota di Indonesia berikut budaya, kesenian, makanan dan lain sebagainya.

Pada saat saya melontarkan pertanyaan mengenai Pernahkah kalian jalan-jalan? tepatnya jalan-jalan saat mudik. Ada satu orang anak yang cukup cerdas menurut saya, dia bisa menjabarkan bahwa dia mudik ke daerah Banjarnegara, dan dia bisa menjabarkan bahwa kota banjarnegara dekat dengan kota purwokerto lalu dekat dengan kota wonosobo.

Disisi lain, saat saya melontarkan pertanyaan tentang kebudayaan dan tentang daerah-daerah di Indonesia masih banyak yang belum mengetahui dan tidak banyak yang bisa menjawab dengan tepat.

Berbeda saat saya masuk ke kelas 2A dan 3A, bentuk ketertarikan mereka sangat berbeda dengan kelas 4B. Mereka sangat tertarik tetapi juga hyperaktif, mungkin karena mereka masih terhitung kecil. Dan sungguh, energi saya sempat terkuras saat masuk di kelas 2A. Beberapa anak ada yang rebutan menempelkan langit cita-cita yang saya tempelkan, dan akhirnya sampai ada yang bertengkar dikelas.

Setelah masuk ke kelas-kelas tersebut, ada beberapa hal yang sedikit saya sesalkan. Saat saya memutarkan video mengenai perjalanan dan pendakian, ada moment dimana proklamasi dibacakan, dan disayangkan anak-anak di kelas 4 yang sekalipun sudah mengecap pendidikan selama 4 tahun ternyata masih ada yang belum mengetahui bahwa itu adalah pembacaan proklamasi dan dibacakan oleh presiden pertama kita Soekarno-Hatta.

Menginspirasi dan Terinspirasi.

Segudang cerita dan pengalaman baru bersama anak-anak kembali saya rasakan dikelas. Energi positif dari mereka sungguh besar. Semangat positif banyak menular kedalam diri saya. Sama halnya dengan energi positif yang diberikan oleh teman-teman yang luarrrr biasa. Siapa sangka, setiap kali menjadi relawan inspirasi saya selalu dipertemukan dengan orang-orang yang luar biasa hebatnya. Pengacara dengan perjuangan angklung unesco-nya, Ibu dokter gigi anak, jurnalis, pelukis, chef, banker, geolog, dan masih banyak lagi profesi-profesi hebat yang saya temui kemarin.

Hari itu, saat kami sama-sama menginspirasi, kami tidak mengenal perihal siapa yang paling hebat dalam profesinya. Tapi kami sama-sama membagi profesi kami kepada sesama relawan maupun anak-anak dikelas. Sharing pengalaman, cerita dan lain sebagainya kami lakukan saat pertemuan singkat tersebut. Ternyata ada beberapa teman relawan yang jauh-jauh datang dari Bali dan Yogyakarta. Sungguh mulia sekali niat dari teman-teman baru ini untuk berbagi inspirasi sekaligus menimba ilmu serta pengalaman dari kegiatan yang sangat positif.

Rasanya tidak pernah bosan dan terus mencoba untuk berpartisipasi pada kelas-kelas inspirasi selanjutnya, baik di Kota Bandung sendiri maupun di Kota-Kota lainnya.

Menginspirasi dan terinspirasi sungguh sebuah anugerah yang luar biasa.

“… Jangan pernah lelah berbagi, menginspirasi dan merekam inspirasi-inspirasi positif dari dunia sekitar. Jangan pernah berhenti menginspirasi dan berbagi. Karena sebaik baiknya manusia adalah manusia yang bisa membagi energi positif untuk sesama…”

Salam Inspirasi..

Melanglang Buana. 

tiba akhirnya penantian panjang seorang tua yang bahagia dibumbui sedikit air mata haru,  melihat anak laki-laki kebanggaannya menggunakan toga dan menggenggam sebongkah ijazah ditangannya. 

satu tahun,  

dua tahun, 

tiga tahun, 

empat tahun,  

lalu kamu bersimpuh dihadapan seorang tua yang bernama ibu, mengabarkan bahwa kebahagiaan untuk ibu sedikit tertunda. 

tahun kelima,  dengan sekantung pelajaran hidup dan pengalaman di alam. 

akhirnya,  sekantung kebahagiaan untuk seorang tua –  ibu,  berhasil di diberikan tanpa banyak merepotkan.  tanpa banyak membebankan.

bukan sejumput kata cumlaude dan secarik kertas bertuliskan ijazah untuk sebuah kebanggaan,  tapi selangkah maju berpikir bagaimana cara menjadi manusia yang lebih berguna dan bisa terus berbagi untuk sesama. 

selamat menjelajah lelautan lalu sesekali gunung gemunung,  lalu raihlah mimpimu untuk terus belajar dialam, didarat maupun lelautan. adik yang selalu sederhana,  kamu pasti bisa lebih baik dari aku ~

jogjakarta,  16 feb 2017.

Menemukan sebuah kebahagiaan dengan Berlari.

whatsapp-image-2016-09-09-at-10-56-02-3

Coast to Coast Night Trail Ultra 25K  2015 – Pantai Depok

Satu pertanyaan yang cukup menggelitik bagi kami-kami para pelari salah satunya adalah “kenapa sih kamu kok lari lari terus..? gak capek gitu..??”

Go Run ~
Shoot – Fast Runner

Terkadang begitu banyak celetukan teman-teman disekitar yang mungkin sedikit lelah melihat aktivitas kita dalam hal berlari.

Memang, berlari adalah salah satu hal yang cukup melelahkan sekaligus membahagiakan.

Untuk teman-teman yang memang kurang suka terlalu berolahraga atau memang agak malas beranjak untuk melakukan kegiatan olahraga, kali ini saya ingin sedikit berbagi tips untuk memulai berolahraga, terutama berlari. 

  • Munculkanlah  NIAT .

Untuk memulai sesuatu yang baru atau bahkan sama sekali tidak kita sukai memang agak sedikit sulit. NIATlah yang membangunkan semuanya dan membuat semuanya bisa terjadi dan dijalani. Mulailah dengan niat untuk hidup lebih sehat dan bahagia. Bangunlah sedikit lebih pagi, bersiap siap, lalu memulai berolahraga. Bisa diawali dengan jalan santai lalu berlari Diawali dengan Niat yang baik, pasti tekad kita akan terlaksana.

berlari pagi hari di jalanan Kota Bandung
  • Meluangkan Waktu

Dengan berbagai kesibukan yang kalian punya,  meluangkan waktu untuk berolahraga adalah salah satu hal yang cukup berat. Harus bangun sedikit lebih pagi,  segera bersiap ke kantor atau kuliah. Pulang kantor atau kuliah kita pasti lebih memilih untuk beristirahat atau tidur. Disinilah komitmen kita di uji. Luangkanlah waktumu sejenak untuk berolahraga, berlari sebelum berangkat ke kantor atau kuliah bisa meningkatkan semangat kita dihari itu. Juga berlari setelah pulang kantor atau kuliah bisa merefresh otak kamu setelah seharian jenuh beraktifitas. Patut dicoba.

  • Membuat Reminder

Untuk melakukan sesuatu  (terutama berolahraga – berlari)  secara konsisten, kadang-kadang butuh sebuah pengingat atau reminder agar niatmu bisa terlaksana. Kita bisa membuat pengingat atau reminder untuk meningatkan akan niat dan konsistensimu dalam berolahraga – berlari. Buat alarm untuk bangun sedikit lebih pagi, misal setelah solat subuh (walaupun prakteknya agak susah, sih) dan sore hari sepulang kantor atau kerja. Kamu juga bisa membuat reminder hidup alias saling mengingatkan dengan temanmu untuk tetap konsisten berlari kapan pun itu.

  • Berlari dimulai dengan Jarak Pendek

Bagi teman-teman yang belum terbiasa berlari atau bahkan baru memulai untuk berlari, tidak perlu muluk – muluk untuk berlari langsung dengan jarak yang jauh. Berlarilah 2 atau 3 kilometer terlebih dahulu. Dengan pace santai, tidak perlu terburu-buru. Jika nanti sudah terbiasa dan tubuh sudah mulai menyesuaikan dengan ritme berlari, otomatis tubuh memberi alarm untuk meminta jarak yang agak jauh dari biasanya.

Running, not is all about Pace
  • Mengikuti komunitas berlari

Berlari bersama-sama memang lebih menyenangkan ketimbang berlari sendirian. Salah satu cara mengatasi kebosanan berlari sendiri adalah dengan cara mengikuti komunitas lari yang ada disekitar kota kalian. Di kota-kota besar bahkan di kota kecil sudah banyak komunitas lari yang dapat memfasilitasi kegiatan dan hobi berlari kalian. Dengan mengikuti komunitas lari juga kita bisa mendapatkan banyak ilmu dan sharing mengenai kegiatan berlari.

Night Runner
Community
  • Carilah Running Buddy – Mu

Salah satu cara yang bisa membuat lebih bersemangat berlari adalah mencari Running Buddy. Apa itu Running Buddy ? Running Buddy adalah teman yang bisa menemani kamu selama berlari yang artinya teman lari kita memiliki satu pace atau memiliki kecepatan yang sama dengan ritme lari kita. Running Buddy sangat berguna sekali untuk memberikan semangat disaat kondisi lari mu sedang menurun atau down. Disaat sedang tidak bersemangat dalam lelarian pun Running Buddy mu bisa meningkatkan semangat kembali untuk memulai berlari.

call me – running buddy
Support adalah kekuatan terbesar untuk menyelesaikan lelarian jarak jauh – borobudur marathon 2016
with running buddy – bali marathon 2016
Running Buddy ~
100 meter sebelum finish line – Bali marathon 2016
  • Berlarilah di Track lari , Jalanan Kota dan juga Hutan

Berlari bisa dilakukan di beberapa tempat. Berlari bisa dilakukan di Track khusus untuk berlari. Bisa juga dilakukan di Jalanan Kota dengan memperhitungkan rute yang aman, nyaman dan tidak terlalu ramai. Selain itu kalian juga bisa melakukan berlari dihutan atau trail run. Gantilah rute berlari kalian, untuk merefresh dan mendapatkan suasana baru. Ketiga track ini memiliki kenikmatan tersendiri disaat melewatinya. Terkadang berlari di track agak sedikit membosankan, berlarilah di Jalanan Kota. Dan jika sudah terlalu penat berlari di Jalanan Kota berlarilah di Hutan sambil menikmati suara alam yang sangat alami. Pilihlah track lari sesuai kebutuhan kalian.

Run with Smile
Night Runner
On the Road
Run Forest Run
Remember – Coast to Coast Pantai Depon Jogja – Februari 2016
  • Sesekali ikutilah Event Lari

Setelah rutin melakukan olahraga – berlari, cobalah suasana baru dengan mengikuti event-event lari yang banyak di gelar di kota-kota besar. Banyak event lari yang diadakan, mulai dari Fun Run 5-10K sampai Ultra Run 100K. Walaupun harus merogoh sedikit kocek untuk membeli Slot lari, akan ada sedikit pengalaman baru yang didapatkan. Biasanya sebuah event lari Fun Run 5-10k menarifkan kurang lebih Rp. 100.000 – 150.000. Fasilitas yang didapatkan biasanya adalah sebuah racepack dengan isi race tee, dan voucher-voucher dari sponsor. Dan diakhir lelarian setelah finish kalian akan mendapatkan Medali, bentuk penghargaan telah menyelesaikan lelarian tersebut.

The Marshall – Hermina Fun Run 
Finish Line – Tahura Trail Run 2016

” Mulailah semuanya dari diri sendiri, bukan hanya euforia semata agar bisa  setara dengan orang-orang yang telah terlebih dahulu melakukannya.”

“Berolahraga / Berlari adalah sebuah kepuasan tersendiri untuk diri sendiri. Semua manfaat pada akhirnya akan kita rasakan dengan sendiri.”

“Berolahraga / Berlari adalah sebuah bagian yang dapat menyatukan kebersamaan dengan kawan lari lainnya.”

“Berlarilah dengan Hati, untuk Diri dan tetap Rendah Diri walau Ratusan Ribu Kilometer sudah bisa dilalui.”

Salam.

#marilari

Leg on The Track 

 

traveling – menyusuri keindahan budaya dan cerita di Jogjakarta

Beberapa waktu yang lalu, di akhir pekan saya kembali mengunjungi Kota Gudeg alias Jogjakarta. Keberangkatan ke kota ini tidak terencana karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan.

Seperti biasa kereta api membawa saya dengan lajunya menuju kota gudeg tersebut. Lodaya pagi menghantarkan saya menuju Stasiun Tugu pagi itu. Ditemani alunan lagu musisi asal Jogjakarta, dengan instrumental musiknya gardika gigih pradipta.

2016_1210_07011700.jpg
Train Station
kita kan naik kereta yang sama – by gardika gigih pradipta

Kereta api selalu membawa aroma dan suasana tersendiri untuk saya. Baik kereta api eksekutif maupun ekonomi sekalipun. suara mesin kereta api dan lajunya kereta api selalu membawa kerinduan untuk kembali berperjalanan dengan kereta api.

Siang hari tepat pukul 3, setelah berperjalanan selama 8 jam kereta api pun tiba di Stasiun Tugu Jogjakarta. Udara panas khas kota gudeg menyengat kulit saya yang tertutup baju hitam siang itu.

Sama sekali tidak ada rencana untuk mengunjungi tempat-tempat di Jogjakarta kali ini, karena memang tujuannya untuk menyelesaikan beberapa hal di Jogja. Seperti biasa, ketika berkunjung ke Jogja saya selalu memilih untuk menginap di tempat yang menurut saya nyaman dan juga murah.

Motor mas gojeg yang sudah saya pesan mengarah ke arah jalan Let Jen Suprapto. Tidak begitu jauh dari lokasi malioboro, motor mas gojeg berhenti di homestay tempat biasa saya menginap. Edu Hostel Jogja, memiliki konsep penginapan Dormitory dan memiliki rate kamar yang cukup murah bagi Backpacker atau Traveler.

Rooftop Edu Hostel

Dengan merogoh uang di kantong sebesar Rp. 80.000 kita sudah mendapatkan 1 bed plus voucher breakfast. Konsep edu hostel sendiri adalah satu kamar dengan fasilitas 6 bed dan 6 lemari. Untuk kamar pria dan wanita terpisah (tidak seperti dormitory di luar negeri yang kadang-kadang 1 kamar untuk pria dan wanita).

Pemandangan dari rooftop edu hostel pagi hari juga sangat indah. Pemandangan Gunung Merapi terlihat dari kejauhan.

Jogja, cantik nan berbudaya.

Kedatangan saya kali ini yang sekejap mata di Kota Gudeg mengarahkan motor saya dan ketiga orang teman saya ke satu sudut Kota Jogja yang beberapa tahun lalu sempat saya datangi.

Kota Gede, kawasan tua atau klasik di salah satu sudut Kota Jogja yang sarat akan budaya dan sejarahnya. Sebenarnya amat sangat banyak kawasan bersejarah dan berbudaya di Kota Jogja, namun kali ini saya memilih menyusuri kembali kawasan Kota Gede.

Double exposure – Pintu Masuk Mesjid Agung Mataram

Mesjid Agung Mataram, tersirat beberapa sejarah dari Mesjid Agung Mataram di Kota Gede ini. Mesjid Agung Mataram sendiri adalah salah satu bagian dari kerajaan islam yaitu Kerajaan Mataram yg sangat besar. Bangunan di kota gede ini hanyalah secuil dari masa kejayaan mataram. Bisa dilihat dari sisa hari makam raja, masjid dan pemandian.

2016_1211_09373400.jpg
Menuju ke Pemandian
Bapak mengantar Tamu yang akan mengunjungi Makan Raja Mataram

Ketika VOC mengusai mataram, Kota Gede merupakan salah satu lumbung perdagangan VOC dan dibuatlah rumah gadai untuk masyarakat disekitar Kota Gede yang sekarang dikenal dengan Rumah Kalang.

Lorong

Rumah Kalang adalah satu jenis rumah khas di Kota Gede yang dimiliki oleh orang-orang Kalang atau Saudagar. Rumah kalang adalah rumah tradisional jawa dengan sentuhan arsitektur yang megah. Tidak semua orang dapat mengunjungi rumah kalang, hanya tamu khusus untuk si empunya saja yang bisa mengakses dan bertamu ke dalam rumah kalang. Oleh karena itu Rumah Kalang tidak dibuka untuk wisata umum.

Arsitektur Rumah Kalang

Salah satu hal yang menarik dari Kota Gede adalah bangunan-bangunan tua yang berderet sepanjang jalan hingga ke jalan-jalan kecil yang ada di Kota Gede. Bangunan-bangunan tersebut juga sarat akan sejarah yang ada.

Ditengah akses jalan masuk menuju Mesjid Agung Mataram Kota Gede saya menemukan tempat yang ternyata selama ini amat sangat terkenal di ranah media sosial. Berbeda sekitar tahun 2010-an yang lalu ketika saya mengunjungi kawasan kota gede. Tempat tersebut hanya sekedar jalan akses masuk menuju kawasan Mesjid Agung Mataram. Memang disisi jalan tersebut berdiri rumah kuno dengan pintu-pintu kayu etnik khas dengan ukiran jawanya.

Pintu Hits Kota Gede, begitulah nama terkenalnya. Setiap wisatawan yang berkunjung ke Kota Gede dan terutama pecinta fotografi kemungkinan besar sudah mengunjungi lokasi ini karena memang angle untuk pengambilan fotonya sangatlah cantik dan minimalis. Dengan background pintu kayu dan pepohonan rambat yang menjalar disampingnya. Untuk hanya sekedar mengabadikan foto, para wisatawan yang sedang mengunjungi Kota Gede rela mengantri untuk mengambil foto di spot tersebut.

Pintu Sejuta Umat
Antimainstream – Fotonya disebelahnya aja deh ~
Potrait – Anak anak bersepeda di jalanan Kota Gede

Kebetulan sekali, hari itu saya kurang berminat untuk mengabadikan foto di spot sejuta umat tersebut, karena menurut saya sudah terlalu mainstream, hahaha.

Satu referensi bagi saya saat ini, jika berperjalanan – traveling – atau backpacking hiasilah perjalanan dengan sebuah pengetahuan dan pembelajaran. Bagi saya berperjalanan – traveling – bacakpacking  bukan hanya sekedar kabur dari rutinitas yang menjenuhkan, bukan sebatas merefresh kembali otak yang sudah penat, tapi menghiasi diri dan wawasan dengan hal-hal baru yang ditemukan selama berperjalanan.

Semoga perjalanan kalian pun bisa menyenangkan, menyehatkan sekaligus memperluas wawasan.

Salam ~

brutal torture sadistic – separuh jiwaku tertinggal dirumah kedua – bromo tengger semeru – sampai jumpa tahun depan~

“setapak jalan yang sudah biasa dilewati dengan mendaki pun terasa sunggu berat saat berlari, karena semuanya diburu waktu…”

BTS Ultra 100?

img_20161104_163521
prepare

BTS Ultra 100 atau Bromo Tengger Semeru Ultra 100, sebuah event tahunan yang sungguh sangat familiar ditelinga. event yang selalu diadakan setiap tahunan dan selalu menyita perhatian pelari-pelari trail baik dari indonesia sendiri maupun dari luar negeri. Dengan kategori 170K, 102K, 70K dan 30K, setiap tahunnya selalu diramaikan oleh ratusan pelari yang berpartisipasi.

Race Fees (IDR – Rupiah)
Category Indonesian Only
Early Bird Regular
170KM 1.100.000 1.300.000
102KM 800.000 1.000.000
70KM 700.000 850.000
30KM 350.000 500.000

tahun ini BTS Ultra 100 menyita sekitar 500 an partisipan dari 4 kategory tersebut. seperti biasa, wajah-wajah familiar dari pelari pelari yang biasa mengikuti trail running muncul di event ini. senangnya adalah bisa bertemu teman teman dari berbagai kota yang sebelumnya bertemu di race-race trail running juga.

BTS 70K

setelah menjajal trek 30K tahun lalu, tahun ini saya mencoba menjajaki trek 70K. beberapa bulan lalu saya mendaftarkan diri sebagai peserta BTS Ultra 70K. dengan trek ASLI yang sempet di skip tahun lalu karna semeru sedang ditutup karna cuaca kurang baik tahun lalu.

bts2016-70k-map
course maps BTS 70K
bts2016-70k-gain
elevation and distance bts 70K

dengan persiapan yang menurut saya “cukup” matang, ditengah kesibukan keseharian, saya begitu mantap untuk mengikuti kategory 70K. dengan pelajaran tahun sebelumnya di trek 30K yang otomatis dilewati oleh trek 70K juga, dan dengan trek jalur-jalur Semeru yang sudah begitu melekat didiri saya karna saya anggap semeru adalah rumah kedua saya, saya semakin mantap mengikuti kategory 70K. tidak terlepas dari rasa deg-degan juga sih menjelang hari H race, karena alam pegunungan tidak bisa ditebak.

akhirnya hari itu datang juga, saya kembali lagi ke Bromo, Lava View Lodge tepatnya, untuk pengambilan racepack.

img_20161104_135232_1478242370183
BIB + pemandangan semeru menuju senja

setelah pengambilan racepack, saya segera kembali ke homestay untuk persiapan perlengkapan nanti malam. kedatangan saya disambut gerimis kabut khas bromo. udara dingin dan angin sepoi2 yang membelai tubuh saya mengiringi rasa deg-degan saya untuk memulai race nanti malam.

saltstick, makanan ringan, obat-obatan, jas hujan, headlamp dan segala persiapan saya check ulang dan kemasi sore itu, persiapan sebelum pengecekan mandatory gear nanti malam sebelum start. setelahnya saya sedikit melepas lelah ditengah udara dinginnya bromo, tidur menjadi pilihan saya sore menuju malam itu. tidak begitu panjang hanya 3 jam sebelum start.

bromo tengger semeru , lava view lodge 22.30

img_20161104_234547
Obam – saya – herdie – digit
1478406297206
Start Line beberapa saat sebelum start

tepat jam 9 malam, kami mulai bersiap siap, mandi berkemas dan menggunakan seluruh atribut lelarian kami, dan kami pun berjalan menuju lava view lodge, sambil sedikit pemanasan.

“mbak emergency blanket? headlamp? jashujan? obat2an?..” kata mas mas yang melakukan pengecekan mandatory gear di lava view lodge.

“ada mas semua..check list beres”

waktu menunjukkan pukul 23.00, sambil mengobrol dan persiapan kami sembari melakukan pemanasan ringan, tidak lupa dibuka oleh secangkir kopi reramean untuk menghangatkan badan.

pelari kategory 102 dan 70K mulai banyak berdatangan, bergerombol atau sendirian. mereka pun melakukan pemanasan ringan seperti yang kita lakukan.

peserta 102 dan 70K diharapkan bersiap siap didekat garis start.. seru mas mas panitia race dari jauh.

kami pun segera mendekati garis start sambil masih melakukan pemanasan ringan.

seperti biasa, setiap race Lagu Indonesia Raya dengan hikmatnya selalu dilantunkan, haru.. lalu hitungan mundur 10…9…8…7…6…5…4…3…2…1… Startttt..

selamat datang kembali kerumah dengan jarak 70 kilometer didepan sana.

suara riuh melepas keberangkatan kita dini hari itu, dengan disambut tanjakan dan udara dingin yang cukup menembus jaket saya, saya perlahan berlari ditanjakan ditemani cahaya headlamp dikepala.

trek yang sudah cukup familiar bagi saya, seperti tahun lalu, hanya bedanya saat ini saya berlari malam hari, dan sebenarnya saya sangat anti melakukan perjalanan malam hari, karna jujur saja fokus berkurang jika perjalanan malam hari.

tanjakan panjang, lalu turunan, berbelok ke kanan kekiri, kembali datar, lalu kami masuk ke turunan panjang. dibelakang saya ada mbak ayu dari semarang runner dan digit teman saya dari indorunners bandung. kami bersaut sautan mengabsen khawatir terpaut terlalu jauh. turunan panjang, lalu kami masuk ke savana bromo, di pandu marka bendera merah putih dan lampu berwarna kuning. dari kejauhan di atas sana sudah terlihat kerlap kerlip headlamp, dimana kita.. selamat datang di B29.

tanjakan b29, jemplang, desa ranu pane, Selamat datang kembali di Semeru

perlahan lahan saya menapaki b29 tanpa berlari, karna b29 adalah tanjakan yang cukup menguras tenaga. bermodalkan headlamp dan trekpole saya terus bergerak keatas. sekali kali berhenti menghela nafas. sayangnya hari itu kebetulan saya “kedatangan tamu bulanan” yang sebenarnya cukup menguras tenaga, tapi ah hanya sugesti saja pasti bisa kok, ucap saya dalam hati.

b29
b29 pagi hari. malam hari? silahkan bayangkan sendiri kak hehe

terus menanjak perlahan menghabiskan tanjakan b29 akhirnya setelah 1 jam saya sampai ke WS 1, mengisi ulang air minum. “mbak,, jalannya landai tapi licin hati hati ya..” ujar mas penjaga WS jemplang. selamat datang di jemplang. headlamp saya setel ke cahaya yang lebih besar karena kabut datang cukup tebal dan cahaya headlamp memantul sehingga jarak pandang tidak begitu jauh.

jalur jemplang tahun lalu sangat berbeda dengan tahun ini, treknya semakin jelek. lalu penuh lubang akibat motor yang sering melintas kesana, dan banyak genangan didalam lubang tersebut. ekstra hati hati dan tidak bisa berlari.hanya jalan cepat satu satunya pilihan malam itu. jam menunjukkan pukul 02.30 dini hari, jalur hutan jemplang terasa sangat panjaaaaaaang sekali, kangen aspal kemplang deh rasanya.

jarak pelari malam itu terpaut cukup jauh, oleh karena itu saya menyesuaikan diri dengan pelari depan dan belakang untuk menghindari sendirian di jalur tersebut.

akhirnya sekitar pukul 03.30 saya keluar dari hutan jemplang.

“7015 masuk..” sambut reza teman saya jadi bandrex yang bertugas malam itu.

saya langsung melanjutkan perjalanan menuju jalanan aspal yang menurun, kabut semakin tebal, cahaya headlamp semakin minim jarak pandang. sesekali saya melewati dan dilewati pelari. dan sempat beberapa kali mengobrol dengan pelari makasar dan akhirnya bertemu mas mas surabaya yang sering sekali saya temui setiap race trail, “ayok neng aku ndisikan, udah telat dari perkiraan iki.. sautnya”.

sekitar jam 4 saya masuk ke WS 2 , desa ranu pane.

“mbak roro… ikut juga to??..”

lha malem malem gini masih ada yang ngenalin saya, ujar saya dalam hati.

ternyata wanda teman lama saya mendaki.

“eh wan.. iya nih.. doain yaa..” ujar saya. “7015 check in, monggo mbak air putih nya diisi ulang ada air panas juga sama milo dan nescafe, kata mbak mbak pencatat waktu di WS 2”

tidak lama di WS 2 saya langsung check out sekitar pukul 4 lebih 5 an.

lalu berjalan cepat menuju Ranu Pane. udara khas dan desa yang begitu familiar dimata saya, ranu pane, selamat dataang. kembali berlari menyusuri perkebunan, dan tanjakan menuju Landengan Dowo, lalu menyusuri Landengan Dowo dengan berlari ringan, masih bersama mas mas surabaya yang saya lupa namanya, hehee.

rasanya lelah sudah menghujam tubuh saya, beberapa biji kurma saya kunyah sambil setengah berlari. pos 1 lalu saya abaikan lanjut ke pos 2, Watu Rejeng jalur khas bebatuan. pos 3 sebelum tanjakan setan. “mas aku duluan ya, nyambi, nanti juga pasti kamu nyusul saya.. ujar saya sama si mas mas surabaya”

tanjakan saya lewati perlahan konstan. lalu jalanan landai menuju Ranu Kumbolo. sepanjang jalan saya mbrebes mili, rasanya lelah saya sudah di ubun ubun, 6 jam sudah saya berlari menyusuri trek, lalu saya harus berusaha sampai di Kalimati sebelum COT / Cut Off Time jam 08.30 nanti.

Ranu Kumboloooooooooooo, tepat jam 6 lebih 5 saya sampai di WS 3. cairan elektrolit lah yang pertama saya cari, lalu saya bekal untuk perjalanan selanjutnya.

“mbak saya langsung check out ya” “7015 check out… sambut si mbak penjaga WS”

seperti rute pendakian yang sering saya lewati, tanjakan cinta lalu menyusuri oro oro omb, dan memasuki hutan cemoro kandang. sesekali saya melihat jam, pukul setengah 7, saya rasa masih nutut sampai ke Kalimati sebelum jam 08.30.

lutut saya mulai meraung sesampainya di cemoro kandang. beberapa kali saya berpapasan dengan pelari yang sudah turun dari Kalimati.

ayooo aninn semangat,, sambut iruh..

lalu beberapa lagi pelari pelari yang juga teman saya berpapasan dengan saya,baik dari kategory 102 atapun 70.

tanjakan cemoro kandang juga bukan tanjakan main-main, menuju jambangan terasa jauhnya bukan main, sendirian, karna kebetulan kemarin jalur pendakian semeru tidak terlalu ramai karna bukan long weekend. akhirnya Jambangan.. jam setengah 8 lebih 10 saya sampai di jambangan.

biasanya saya di jambangan dengan menenteng kerir yang segede gaban, haha hihi dulu sambil makan semangka dan gorengan, lalu foto foto mahameru dari kejauhan. kali ini saya harus sangat buru buru.

kembali saya berlari, sambil berkata sendiri kepada lelah dan lutut yang sudah mulai meraung, sebentar lagi kalimati kok, kalian harus kuat ya.

Kalimati 08.00

“mbaaaak aniiinnn ayookk cepet diambil gelangnya trus kita lanjut lagi”, sambut herdie yang sudah lebih dulu sampai Check Point 4 Kalimati.

akhirnya jam 8 tepat saya sampai Kalimati dan under COT , segera saya ambil gelang di check point. lalu beristirahat sembari jalan dan menikmati mahameru dari jauh. sempat berfoto bersama teman teman yang sudah lebih dahulu sampai di kalimati.

DCIM101GOPROGOPR3348.
herdie – mas wahyu dan sam yang udah sampai lebih dulu di kalimati
img_20161106_042413
Akhirnya kalimati under cot 08.00
35128696-8300-4783-b232-dadbfdb6c7a8
Alhamdulillah kita under cot di Kalimati 😀

setelah beberapa saat menghela napas dan beristirahat kami melanjutkan berlari lagi. kembali ke Ranu Kumbolo.

saat turun kembali, saya berpapasan dengan pelari yang masih berusaha mengejar cot di Kalimati. semangat mbaak, mass.. satu kata untuk mereka sangat berarti karna mereka akan kembali berjalan cepat ataupun berlari kembali setelah disemangati. saya baru benar benar merasakan rasanya power of semangat disini.

cemoro kandang siang itu sepi, tidak seperti biasanya banyak pendaki yang beristirahat di bawah pepohonan rindang. saya berlari menyusuri hutan cemoro kandang, menuju warung si bapak untuk semangka yang kesegarannya tiada dua.

img_20161105_085745
kesegaran hakiki
img_20161105_085753
wajah fresh menipu padahal lelah, terima kasih semangka haha

jam menunjukkan pukul setengah 10, saya kembali berlari menyusuri oro oro ombo, lalu menyuruni tanjakan cinta dan akhirnya kembali ke ranu kumbolo, bertemu kembali dengan mas wahyu, herdie dan sam yang masih beristirahat di ranu kumbolo. pop mie dan gorengan sempat saya lahap di rakum sambil beristirahat.

“mbak 7015 check out lagi ya..” sambil mengisi air putih ujar saya pada mbak mbak penjaga WS.

15 km kedepan mulai dari savana teletubies dan jalur ayek ayek tidak akan ada WS.

kami pun kembali berlari menanjaki jalur pinggir ranu kumbolo, lalu memasuki savana teletubies sebelum masuk ke jalur ayek-ayek.

saya ingat betul terakhir kali saya melewati jalur ayek-ayek 5 tahun yang lalu. saat ini jalur ayek ayek memang bukan untuk jalur umum karna hanya digunakan untuk jalur evakuasi. jalur ayek ayek menanjak konstan, batuan yang menjadi gerabng adalah penanda habisnya tanjakan ayek ayek dan itu masih cukup jauh.

di tengah jalur ayek ayek rasa kantuk mulai menyerang. apadaya, saya harus memaksakan diri beristirahat, tidur 5-10 menit di pinggir jalur kembali bersama si mas mas surabaya dan mas mas malang. dipaksakan terus berjalan cepat pun kondisi tubuh tidak akan stabil dan pasti gerakan semakin melambat. setelah fresh sedikit saya melanjutkan kembali berjalan cepat bersama si mas mas dari malang sambil mengobrol. tibalah saya di puncak ayek ayek.

“omaygaaatt.. this is fucking rute..” ujar dua orang bule yang baru sampai dan sedang beristirahat di atas batu.

“memang om, jalur ayek ayek pendek tapi dahsyat” ujar saya dalam hati.

come on.. sapa saya kepada 2 bule tersebut sambil berlari menuruni jalur ayek ayek. rasanya dengkul saya sudah mulai aus, haha. dihajar tanjakan lalu turunan.

jalur ayek ayek cukup panjang juga sebelum sampai di desa kembali.

jalur pipa warga yang tersohor dengan kesadisannya.

jalur pipa adalah jalur yang akan kita lewati setelah itu. saat ini saya berjalan sendirian karna si mas mas malang dan surabaya tertinggal di belakang. patokan saya hanya mas mas di depan, yap mas sheva dari madiun bersama teman yang sudah terlebih dahulu di depannya mbak ping. menyusuri desa, masuk hutan yang sepertinya baru di bersihkan kembali jalurnya, masih banyak pohon bambu, lalu sampailah di tanjakan yang super dahsyat menanjak sekitar 2/3K lalu kembali di hadapkan dengan turunan dahsyat dengan pipa pipa yang sudah tertimbun tanah. bermodalkan webbing yang terpasang di jalur tersebut kita perlahan lahan menuruni jalur tersebut dengan telaten. entah sudah seperti apa kotor di baju, karna saya memilih ngesot menggunakan pantat karna jika berjalan khawatir tersandung dan terjatuh.

saya kira setelah jalur pipa habis akan langsung di temukan dengan jalur aspal jempang ternyata saya salah.

kita masih memasuki desa demi desa , perkebunan demi perkebunan, panjang kira-kira 5-6K. jika kalian ke bromo bisa lihat sebelah kanan jalan dibawah adalah desa ngada itulah desa yang kami lewati berliku liku. akhirnya kita mendengar suara kendaraan sayup-sayup dari jauh, yaaapp jalanan aspal jemplang, akhirnya..

“mbak mas 2 kiloan lagi ya menuju jemplang..” ujar bapak yang ada di jalanan tersebut.

yap betul 2-3 kilo kita lewati dengan menanjak. saya sudah kangen WS 5 rasanya ingin segera minum.

tanjakan panjang saya lewati dengan perlahan begitu juga dengan pelari lainnya, berjalan cepat, saya rasa untuk berlari pun kami sudah kurang sanggup.

WS 5 Jemplang dan Alarm untuk segera menyelesaikan 16 kilometer lagi di lautan pasir.

“ayo mbak sini tak bantu isi ulang air minumnya. kalo kamu mau lanjut harus sekarang di push, kecuali kalo setengah 3 tadi sampek sini, kalo sekarang kamu harus benar benar push di bawah sana, atau mau di evak nunggu kendaraan dari sini jam setengah 4 nanti.” kata si mbak di WS 5.

setelah air terisi penuh dan 1 buah bakpau yang saya bawa, saya melanjutkan perjalanan kembali berlari.

jam 3 kurang 10 saya memulai kembali berlari menyusuri jalanan aspal jempang yang tahun ini sudah diperbaiki, lalu mulai berlari di savana bukit teletubies. udara tidak begitu panas, lautan pasir pun tidak begitu berdebu.

lalu saya terus berusaha setengah berlari dan berjalan cepat, tetiba hujan datang. terpaksa saya harus mengeluarkan goresek alias jas hujan keresek. walaupun sebenarnya cukup pengap.

masih terus menyusuri pasir berbisik, masuklah kami kejalur tebing-tebing akibat erupsi bromo. berbeda dengan tahun lalu, jalur pasir berbisik tahun ini lebih dahsyat, tebing demi tebing kami lewati, lalu menanjak drastis dan menurun. pasir yang padat agak sedikit menghambat ketika turunan.

1478483151559
Imam berusaha menuruni trek pasir berbisik 
1478483154508
obam masih terus menapaki jalur tanjakan pasir berbisik

kira – kira seperti inilah jalur disana. berbeda dengan tahun lalu. rasanya saya hanya melewati 3 bukit dan menuruni 1 bukit. tahun sekarang rasanya begitu panjang, karena ini adalah trek asli yang sebenarnya dalam rute bts ultra 100.

screenshot_2016-11-08-17-00-26_com-instagram-android
jalur pasir tahun lalu

jam menunjukkan pukul 16.30 waktu itu, saya dan beberapa pelari lain masih berkutat dengan trek pasir yang agak harus ekstra hati hati. trek yang harus kami lewati tinggal tanjakan menuju tangg akawah bromo lalu menyusuri trek pasir kembali untuk kembali ke finish line.

saya rasa waktu sudah terlalu mepet untuk menyusuri tangga kawah bromo. akhirnya saya dan beberapa pelari lain memutuskan untuk langsung menyusuri lautan pasir. jam menunjukkan pukul 17.30. beberapa tukang ojek menghampiri kami, menawari jasa pengantaran sampai ke lava view. tapi kami tetap memilih menyelesaikan dengan berjalan cepat saja untuk kembali kesana.

matahari sudah mulai tenggelam, hari mulai gelap kami masih memilih untuk terus berjalan cepat selangkah demi selangkah sampai akhirnya kami sampai di aspal jalanan menuju lava view lodge.

tepat pukul 18.30, saya dan beberapa pelari terakhir sampai di finish line alhamdulillah dengan selamat tanpa kekurangan sesuatu apapun. setelah 18 jam 30 menit berlari, berjalan cepat, menanjaki, menuruni, ngesot ngesot sepanjang trek.

walaupun tahun ini kembali terulang seperti tahun kemarin, OVER COT 30 menit dari COT yang seharusnya, tapi saya merasa lega sudah bisa menyelesaikan apa yang saya mulai dengan sebaik mungkin.

Saya selesaikan sampai akhir, sampai kembali ke Finish Line dengan segala kemampuan dan tenaga yang saya punya. Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi.

img-20161106-wa0015.jpg
Finish Line 18.30

apa yang kamu cari dari trail running?

berlari di hutan atau trail running menurut saya merupakan sesuatu yang harus dipersiapkan dengan matang dan sungguh-sungguh, baik peralatan, fisin maupun mental.

dari lelarian kemarin begitu banyak pelajaran yang bisa diambil.

pelajaran bahwa masih ada yang mementingkan ego tanpa menghiraukan satu sama lain untuk mengejar sesuatu yang ingin dikejar. tetapi masih banyak juga yang bisa meredam ego dengan menghiraukan satu sama lain untuk saling membantu diperjalanan.

pelajaran bahwa kita harus mengenal betul bahasa tubuh kita, dimana kita harus berhenti dan dimana kita harus kembali berlari sekuat tenaga.

pelajaran bahwa manajemen waktu adalah sesuatu yang sangat berharga disaat berlari di alam.

pelajaran bahwa satu kata semangat adalah sesuatu yang sangat berharga untuk sesama.

sampai jumpa lagi tahun depan, di kilometer yang sama, semoga dapat terselesaikan dengan lebih baik lagi.

OVER COT atau DNF merupakan sebuah keberhasilan yang tertunda. pelajaran untuk lebih memanajemen tubuh agar lebih baik lagi. bukan sebuah kegagalan untuk menyerah begitu saja.

sampai jumpa kembali Bromo Tengger Semeru Ultra 100 tahun 2017.

#marilari

#mariberbagi

img_20161106_190922
Hasil 70 kilometer 18 jam 30 menit

terima kasih banyak untuk :

keluarga besar indorunners bandung

dan semua teman teman yang sudah mendoakan

dan semua teman teman yang sudah meluangkan sedikit partisipasinya untuk berbagi dalam donasi  :

berlari untuk anak indonesia

#marilari

dalam tulisan kali ini saya tidak banyak menampilkan foto jalur ataupun foto yang lainnya, karena sepanjang jalur semeru saya rasa sudah terlalu sering berfoto disana, sedangkan di jalur lain kondisi tidak memungkinkan untuk mengambil foto karna malam hari dan trek yang cukup waw menegangkan. silahkan kalian bayangkan sendiri jalur jalur yang saya lewati atau mari kita coba bersama sama di BTS tahun depan.

salam sayang~

fb_img_1478396041636

siapa tau agak penasaran bisa diklik :

sedikit foto dan video selama lelarian

jalur 70 K

jalur ngesot ngesot bahagia ada disini

Lanjutkan membaca “brutal torture sadistic – separuh jiwaku tertinggal dirumah kedua – bromo tengger semeru – sampai jumpa tahun depan~”

Berlari lalu sedikit bermanfaat untuk pendidikan anak indonesia.

Berlari adalah salah satu kegiatan yang membahagiakan, merefresh tubuh juga pikiran, lalu menambah energi positif yang ada dalam diri.

Awal …

berlari merupakan salah satu hal yang sangat tidak asing bagi saya. bahkan semenjak saja kecil. awal mula mengenal berlari tidak jauh jauh dari peran orang tua saya. ibu.. adalah sosok yang mengenalkan saya pada kegiatan olahraga ini sedari saya kecil.

salah satu faktor terbesar adalah orang tua saya (ibu) yang pada masa mudanya adalah salah seorang yang menekuni olahraga atletik (berlari) dan beliau adalah salah satu atlet (pada masanya).

ibu adalah salah satu sosok yang mengenalkan saya sejak dini mengenai berlari. saya masih ingat betul, ibu selalu mengajak saya bermain ke Gor Padjadjaran saat saya berumur 10-12 tahun. jauh sebelum itu, semenjak kecil ibu selalu membiasakan saya bermain ke alam sembari berlari. salah satunya ibu sering mengajak saya olahraga pagi menyusuri Dago Pakar (sebutan Taman Hutan Raya jaman dulu..hehe) dan Punclut yang pada masanya masih sepi dan enak untuk berolahraga di pagi hari.

ibu pun perlahan mengarahkan saya untuk menekuni kegiatan olahraga berlari (atletik). sesekali ibu mengarahkan saya berlatih lompat jauh pada saat saya berusia 12 tahun. setiap berkunjung ke Gor Padjadjaran saya selalu diajak mencoba berlatih baik berlari ataupun lompat jauh.

sayangnya, ego seorang anak remaja yang beranjak dewasa pada saat itu masih sangat besar dan bergejolak. rasa-rasanya saya tidak benar-benar menekuni kegiatan olahraga berlari (atletik) tersebut karena memang dibutuhkan komitmen dan kekonsistenan dalam bidang olahraga lari. mulai dari latihan intens, sampai pada akhirnya nanti akan diarahkan ke Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP).

saya lebih memilih kegiatan yang lain yaitu menari dan cheerleaders. dan pada akhirnya saya lambat laun mulai kurang intens ikut ibu latihan berlari.

lalu mengapa saya kembali berlari?

lalu mengapa saya kembali berlari?… pertanyaan yang sering kali saya tanyakan sendiri pada diri saya. tidak ada yang memaksa dan mengharuskan saya kembali berlari, bahkan ibu sekalipun. semuanya memang datang sendiri dari dalam diri.

saya dan olahraga adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. bukan hanya berlari, saya juga menekuni olahraga lain di Pusat Kebugaran, senam aerobik, body combat dan juga zumba yang semakin lama semakin heits hehe..

saat kuliah dulu minimal seminggu sekali saya selalu menyempatkan diri berlari di Sabuga, entah hanya beberapa putaran tetapi selalu saya sempatkan. semakin lama, olahraga apapun itu semakin tidak bisa dipisahkan dari bagian diri saya.

satu yang saya rasakan ketika tidak berolahraga, mood saya menjadi kurang baik dan kondisi tubuh terasa tidak enak, terkadang terasa seperti sakit sakit badan. oleh karena itu saya selalu memutuskan untuk selalu berolahraga setiap ada waktu luang, olahraga apapun itu, senam, bersepeda ataupun berlari.

berlari selalu membuat saya bahagia..

semakin intens saya melakukan kegiatan berolahraga, semakin bahagia juga saya. sebelum saya kembali lagi ke Bandung, di tempat sebelumnya (riau) pun saya cukup intens berlari, walaupun tidak di dukung oleh fasilitas yang memadai karna disana tidak ada trek khusus untuk berlari. setiap sore sepulang kerja saya berlari di taman kota (yang seadanya..hehe), dan pada akhirnya saya menemukan satu komunitas berlari yang baru di bangun juga diriau yaitu LibuRun, yang rutin mengadakan kegiatan lari malam setiap hari selasa. sayang, baru akan bergabung dan menemukan suatu wadah untuk hobby yang saya sukai saya keburu jatuh sakit. hepatitis A waktu itu, karna pola makan saya yang kurang baik sedangkan saya selalu rutin berolahraga. dokter memvonis tidak boleh berkegiatan berat, naik gununglah, apalagi olahraga. sedih!!! sedihnya bukan karna sakit, tetapi karna sakit tersebut menyebabkan saya tidak bisa berolahraga, sedihnya karna sementara saya tidak boleh berolahraga dulu. memang dasarnya bandel..hehe, saya melakukan olahraga ringan sendiri dikamar setiap pulang kerja, plank, situp, pushup. dan pada akhirnya setelah sehat , saya sudah bisa total lagi berolahraga seperti biasa.

semakin hari kecintaan saya kepada olahraga semakin tinggi, didukung wadah saya untuk berekspresi dalam olahraga berlari sangat menyenangkan. keluarga berlari saya IR Bdg yang selalu memberikan dukungan kepada pecinta lelarian , semakin membuat saya merasa hidup dalam kegiatan berlari. semenjak akhir 2014 saya masuk dalam keluarga yang begitu menyenangkan ini.

berlari untuk mencapai kepuasaan diri sendiri dan berlari untuk bermanfaat…

semakin intens berlari, saya mulai berani mengikuti beberapa event lari. jayagiri hilly we run, berlari 10k di hutan jayagiri adalah event lari pertama saya setelah kembali lagi menetap dikota bandung. lalu Ijen Trail Running, event lari selanjutnya yang saya ikuti. saya berlari sejauh 30K di Gunung Ijen, salah satu hal yang pada saat itu membuat saya menangis di 10K terakhir karena medannya yang cukup berat. dan terlalu emosional untuk mengejar finish sebelum Cut Off Time.

setelah itu banyak event-event lari yang saya ikuti dengan prinsip lari happy. yang penting finish, under COT tanpa cedera, foto sepanjang trek, dan finish bersama sama teman lainnya.karna berlari dengan kondisi happy tanpa tekanan dan bisa menjadi running buddy yang baik bagi teman adalah salah satu faktor yang mendukung untuk bisa menyelesaikan sebuah race lari dengan baik dan menyenangkan.

dan kali ini, saya akan berlari untuk sesuatu hal. sesuatu hal yang juga menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dari diri saya yaitu berkegiatan sosial.

Bromo tengger semeru ultra 100 , seperti tahun tahun sebelumnya adalah event besar yang sudah setiap tahun diadakan di kawasan bromo tengger semeru. berbeda dengan tahun 2015 lalu, saya berlari 30k disana dan saya hanya berlari. kali ini, Insha Allah jika Tuhan memberikan kesehatan, rezeki dan kekuatan lebih di bulan November nanti, bulan yang penuh berkah bagi saya, saya akan mengikuti BTS Ultra 100 lagi dengan kategori yang berbeda dan berlari untuk kemajuan pendidikan anak indonesia.

Insha Allah saya akan berlari sejauh 70K dengan sebuah target yang ingin saya capai. Saya tidak akan putus asa menyelesaikan lelarian saya di bromo tengger semeru ultra 70K tanggal 4 november 2016 , untuk mengapresiasi adik adik kita yang kekurangan agar tidak putus asa untuk terus bersekolah. saya akan menggalang dana untuk indonesia mengajar. membantu adik adik kita dipelosok indonesia yang masih membutuhkan perhatian dalam hal pendidikan.

tidak banyak yang bisa saya lakukan, saya akan berusaha menyelesaikan berlari sampai finish sekaligus mengumpulkan donasi untuk adik-adik kita dipelosok indonesia. setidaknya walaupun tidak bisa turun langsung menjadi relawan indonesia mengajar, saya ingin mensumbangsihkan dedikasi saya untuk membantu dan mendukung pengajar muda yang tersebar di seluruh pelosok indonesia agar program mendidik adik-adik diseluruh pelosok indonesia berjalan lancar.

semoga teman-teman juga bisa membantu mewujudkan impian adik-adik kita di seluruh pelosok indonesia untuk berpendidikan baik dengan cara berdonasi untuk kampanye saya ini.

berlari untuk anak indonesia , silahkan klik link berikut ini untuk mendedikasikan sumbangsih kalian untuk anak negeri. terima kasih dan salam olahraga.

berbuatlah sedikit berbeda dalam kehidupanmu, dedikasikanlah dirimu untuk sesuatu yang menurutmu berharga dan membahagiakan. bukalah matamu lebih luas untuk mereka yang masih lebih membutuhkan. jadilah manusia yang setidaknya bisa sedikit bermanfaat bagi sesiapa yang ada disekitar kita.

lakukanlah hobby beserta kegunaan kegunaan lainmu dalam kehidupanmu, karna itu akan memberikan sebuah kebahagiaan tersendiri bagi diri kita sendiri.

salam sayang.

salam inspirasi.

#marilari

#marimenginspirasi

bandung , 19 oktober 2016.

img_20151107_053440
BTS 30K – November 2015
bts2016-70k-gain
Bismillah, semoga semesta mendukung 🙂
bts2016-70k-map
course maps BTS 70K

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

jauh

aku hanya sedang ingin pergi jauh,

ke desa desa, ke tempat terpencil, ketempat hehijauan,

kepada gunung, aku ingin mengadu,

kepada-Nya didalam kesunyian, didalam kesepian, diantara desisan angin malam,

diantara daun daun yang berguguran di perjalanan,

didalam gerimis yang mengguyur malam,

dikala mentari pagi muncul dari balik perbukitan,

aku ingin singgah sebentar saja,

mengadu, menghela, mengeja, merencana,

kepada tulisan yang hanya aku yang tahu,

kepada rerumputan yang mengiringi jalanku,

aku lelah,

aku ingin berperjalanan, tanpa beban, tanpa ada yang tahu,

tanpa ada yang mau tahu,

aku hanya ingin tenggelam dalam sayup sayup malam,

bersama bulan dan bintang,

aku lelah, Tuhan.

aku ingin tidur sejenak saja di dalam malam mu, agar aku bisa lebih khusyu dalam mengadu.

dscf4758

 

Merbabu, akan tuntas pada waktunya.

…. setelah menyelesaikan pekerjaan di kota gudeg jogja , saya segera kembali ke penginapan untuk melakukan persiapan…..

2015 adalah tahun yang cukup intens untuk saya untuk melakukan pendakian gunung. setelah sebelumnya dengan kondisi yang masih hidup di luar pulau , saya lebih sulit lagi melakukan perjalanan / pendakian gunung, dikarenakan harus amat sangat merencanakan dan mengarrange perjalanan saya dari jauh jauh hari. selain harus mempersiapkan cuti panjang, juga harus mempersiapkan biaya perjalanan udara yang cukup menguras biaya.

Kali ini, kerir yang saya bawa bukan hanya sekedar membawa baju dan perlengkapan kantor. kerir yang saya gunakan sedikit ditambah bebannya oleh peralatan pendakian. seperti biasa, perjalanan dinas yang sering tidak terduga duga, membuat saya sering melakukan perjalanan yang tidak terduga duga juga.

mumpung sedang di kota gudeg, saya pun sekaligus melakukan perjalanan ke salah satu gunung di jawa tengah. yap tepat nya merbabu!

bantul , maret 2015.

jam menujukkan pukul 13.00, setelah menunggu teman selesai shalat jumat, saya pun di jemput oleh salah satu adik adikan saya di jogja. sudah saya anggap adik sendiri, sudah cukup lama kenal dan beberapa kali traveling sama sama di jogja.

motor di arahkan ke daerah amplas alias ambarukmo plaza. salah satu jalan yang bisa memuat 2 mobil, bisa dibilang jalan utama menuju kampus UIN yogyakarta.

motor terhenti di salah satu rumah dengan halaman yang cukup luas untuk parkir motor. dengan sebuah plang kayu yang menggantung di atas pagar , djeladjah coffee – yang sekarang sedang break – .

suasananya klasik saat masuk ke dalam , dengan musik indie yang sayup sayup terdengar , lalu lampu yang agak sedikit temaram. siang menuju sore itu , warung kopi belum buka, masih sekedar persiapan didapur.

hari semakin sore , lalu kami melakukan persiapan. seperti biasa, bongkar tutup kerir. sambil ngobrol ringan dengan si empunya warung , yang sepertinya “mas mas pendaki” banget dan sangat fasih perihal ilmu kegunungan.

dengan diakhiri secangkir kopi -apa entah saya lupa- dan sepiring nasi tuna panas, malam itu kami berangkat menuju basecamp selo. beberapa motor melaju melewati jalan magelang, lalu lurus dan berbelok belok, hari semakin malam.

sekitar pukul 23.45 setelah melewati tanjakan terkahir di jalan menuju basecamp, kami pun tiba di basecamp selo.

udara dingin langsung menyapa tubuh, walaupun jaket yang saya gunakan sudah cukup hangat.

dua teman tetiba sudah sampai terlebih dahulu di basecamp selo, sepasang pejalan yang melawan yang banyak memiliki pergerakan di komunitas jogjakarta.

tidak lama seteleh bertegur sapa, mereka ternyata memutuskan untuk trekking malam itu juga. lalu kami yang baru sampai, sedikit bebenah untuk berbaring sebentar sambil menunggu pagi.

img_9397
kulkas pendaki 😀
img_9398
mukeee , hahaa.

basecamp selo, pak parman, menuju pagi.

suara riuh ramai semakin menjadi jadi dini hari. ternyata semakin banyak rombongan pendaki yang datang. basecamp pak parman lambat laun jadi ramai.

pagi itu kami mengawali mandi pagi dengan air khas kaki gunung yang dingin. tanpa antrian panjang tentunya karna kebanyakan masih terlelap bahkan malas untuk mandi. secangkir teh hangat dan sebungkus nasi rames. lalu seperti biasa, tidak lupa kami mengecek perlengkapan kembali.

sekitar jam 8 pagi itu kami memulai perjalanan. seperti biasa kali itu saya menjadi wanita setengah pria, alias wanita satu satunya dalam tim.

Lanjutkan membaca “Merbabu, akan tuntas pada waktunya.”

kembali mengulang Tahun untuk sejuta perjalanan~

2 tahun yang lalu,

tepatnya dibulan juni 2014, saat sedang hits hits nya situs http://www.backpackerindonesia.com , saat itu saya sedang magabut dikantor, situs itulah yang paling sering saya kunjungi, maklum hasrat anak Trip tentunya perlu disalurkan, gak lain gak bukan sering-sering ngecek situs OPEN TRIP alias Biro Perjalanan Ringan yang biasa diposting oleh anak anak backpacker.

niat saya waktu itu adalah mencari teman trip ke daerah wonosobo, tepatnya Dieng Plateau, lebih tepatnya lagi Pendakian ke Gunung Prau.

“… [OPEN TRIP PELESIRTravel] Camping di Prau saat ada acara Dieng Culture Festival, 30-31 Agustus 2014, join us!… 

open-trip-prau
Pasti jadi, katanya~~

akhirnya saya pun meng-klik salah satu open trip diatas. Prau !!! yes, akhirnya nemu juga temen trip.

salah satu keuntungan ikut Open Trip yaitu “ngirit budget…” haha. sebetulnya ini bukan partisipasi Open Trip yang pertama kali, tapi yang kebeberapa kali. lumayan bisa nge-press budget ongkos kendaraan, karna beberapa perjalanan cukup memakan budget ongkos yang lumayan besar jika jalan satu atau dua orang saja.

Juni, Juli, Agustus..

akhirnya terkumpullah beberapa anak manusia yang intinya “pengen ngirit budget..” buat berperjalanan , kurang lebihnya ada 12 orang.

bulan ke bulan berlalu, grup whatsapp dibuat si admin open trip buat berkoordinasi.

entah kenapa saya agak bawel waktu itu, maksudnya bawel banyak nanya peralatan apa aja yang perlu saya bawa nanti. terutama peralatan yang akan dipakai sekelompok.

“mbak.. saya perlu bawa matras lagi..”

“kompor nya aman mbak??..”

dan blablabla mungkin si mbak nya yang punya open trip juga bosen kali yah.. tapi gak papa lah well prepared adalah salah satu hobby saya ketika akan melakukan perjalanan.

berhubung peralatan saya bisa dibilang cukup lengkap juga waktu itu.

akhirnya saya memutuskan untuk membawa cadangan peralatan pendakian, walaupun open trip tersebut sebenernya sudah menyediakan perlengkapan untuk pesertanya.

Lanjutkan membaca “kembali mengulang Tahun untuk sejuta perjalanan~”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: