A lifetime adventure photography .

DSCF8710

Berawal dari kecintaan kami terhadap sebuah perjalanan, pendakian gunung, penyusuran hutan, menikmati lautan, juga perjalanan menyusuri sebuah kota.

Di iringi dengan kecintaan terhadap mengabadikan sebuah moment perjalanan. Mengabadikan sebuah landscape pegunungan, lautan, sudut kota dan juga hal-hal menarik yang kami temukan dalam sebuah perjalanan.

Berangkat dari semua kecintaan kami itulah kami memberanikan diri untuk memberikan sesuatu yang cukup berbeda dan berarti, mengenai perjalanan, isinya, dan memori yang harus diabadikan dalam sebuah foto.

Artventura Project bisa terwujud berkat kecintaan kami akan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, yaitu perjalanan dan fotografi.

Setiap individu yang mencintai sebuah perjalanan secara tidak langsung akan mencintai sebuah moment yang selalu diabadikan oleh tangkapan lensa kamera.

DSCF4458

Terlebih lagi untuk sepasang individu yang akan melanjutkan perjalanan hidupnya ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu pernikahan. Pengabadian sebuah moment dirasa menjadi bagian penting untuk membungkus sebuah moment kebahagiaan yang dirasakan oleh sepasang individu tersebut.

Artventura Project bukan hanya membungkus moment kebahagiaan tersebut dalam sebuah potret , tetapi membungkusnya dengan cantik bersama moment perjalanan yang akan dilakukan oleh sepasang individu.

Artventura adalah tempat menuangkan karya kami, pecinta moment-moment abadi untuk sepasang individu yang sedang berbahagia dalam sebuah perjalanan yang nyata.

Art yang berarti seni dan Ventura yang berarti petualangan adalah sebuah penggabungan karya dari petualangan sepasang individu yang akan menikmati kehidupan bersama kelak.

Artventura Project, merekam dan mengabadikan moment-moment indah yang luar biasa dan terkadang tidak terduga dari sepasang individu melalui lensa kamera.

DSCF8789

Seperti Hanif dan Ape yang membungkus moment abadi mereka dalam sebuah perjalanan, travel journey. Sesuai dengan kecintaan mereka terhadap lautan. Bagaimana cara mereka menikmati lautan bersama, bagaimana mereka melakukan dan menikmati perjalanan darat dari majalengka menuju yogyakarta. Tentang cara mereka menikmati pantai-pantai di yogyakarta dan menelusuri sudut kota yogyakarta.

Seperti icha dan tauvan yang membungkusnya dalam balutan kabut di bandung selatan. Tentang cerita mereka terguyur hujan semalaman ketika menunggu pagi di bandung selatan.

2 (1 of 1)-2

2 (1 of 1)

2 (1 of 1)-3

2 (1 of 1)-4

Dan lalu made dan laksmi dalam sebuah project bersama @redwhitephoto , yang menikmati moment-moment mereka dalam perjalanan menuju Alun-Alun Suryakencana dan Puncak Gede. Tentang cerita mereka dalam perjalanan pendakian gunung untuk pertama kalinya. Lalu mengenai cerita mereka menyusuri setapak jalan melalui jalur putri. Terguyur hujan sesampainya di alun-alun suryakencana. Menikmati rintik gerimis dalam sore di suryakencana. Lalu melanjutkan perjalanan menuju Puncak Gede dan kembali lagi ke basecamp putri.

Tentunya semua perjalanan ini di persiapkan sematang mungkin, sesuai dengan ROP, persiapan logistik yang memadai dan menyesuaikan dengan kondisi fisik dari sepasang individu yang kami dampingi.

DSCF9170konten pricelist 1

Kami, Artventura Project siap mengabadikan moment-moment tak terduga bersama petualangan, keindahan alam, hutan, gunung dan juga lautan.

Salam,

Artventura.Project

A Lifetime Adventure Photography

Bandung-Yogyakarta, Indonesia.

 

Iklan

spend the rest of our lives with same interest.

TENTANG MENGHABISKAN WAKTU.

kadang-kadang ada beberapa manusia yang “kebingungan” dalam perihal menghabiskan waktu.

kadang-kadang ada beberapa yang menghabiskan waktunya dengan penuh makna.

ada juga manusia yang masih mengabiskan waktunya dengan kesia-siaan tanpa sedikitpun ingin berarti apa apa.

ada beberapa manusia yang mempunyai ambisi untuk mencapai semuanya, atau bahkan hanya sebatas ambisi biasa saja tanpa harapan apa-apa cukup untuk mencari makna ke dalam dirinya.

ada juga sebagian orang yang berbahagia menghabiskan waktu bersama. menuju masa depan untuk keduanya.

berbagi ilmu dan pendapat, berbagi cerita yang sarat akan makna, berbagi kelebihan dari dirinya untuk dibagi bersama. menjadi bermakna bersama, seiring berjalannya waktu merupakan salah satu pilihan yang berarti dan bermakna bagi sebagian manusia.

memiliki ketertarikan yang sama terhadap sebuah hal adalah salah satu makna dari menjalani hidup bagi mereka.

duduk di warung kopi bersama, menyesap pahitnya kopi dari gelas pertama sambil beradu pendapat adalah kegiatan yang sering dilakukan bersama.

beradu asumsi dan pendapat, tak jarang kadang menyamakan misi atau visi agar menemukan solusi hidup bersama.

kadang-kadang menghabiskan waktu tidak membutuhkan perjuangan yang terlalu lelah dan panjang. cukup memahami dan mengerti akan yang satu dan yang lain yang. saling memahami antara dua sisi yang berbeda.

bagi sebagian orang, menghabiskan waktu dengan dia yang memiliki sebuah ketertarikan yang sama adalah salah satu anugerah yang tidak dapat tergantikan oleh apa-apa.

2016_1210_08242100.jpg

Laksmi dan Made: Pre-wedding Seru di Gunung Gede

Prewedding Adventure

.

.

Sebelum melangsungkan pernikahan, ada sebuah tradisi khusus yang ngetren di kalangan para calon penganten masa kini, yaitu foto prewedding. Ini adalah salah satu cara untuk mengabadikan momen bersama pasangan sebelum melangkah ke babak kehidupan yang baru.

Tidak hanya di studio, foto prewedding juga kerap dilakukan di berbagai lokasi yang eksotis dan natural. Unsur kebersamaan dan petualangan menjadi highlight yang diharapan menjadi kenangan indah. Itu pula yang ingin dimiliki Laksmi dan Made, pasangan yang sedang mempersiapkan pernikahan ini. Nah, simaklah pengalaman seru mereka berikut ini.

Laksmi dan Made sudah berpacaran selama 7,5 tahun. Made adalah kakak kelas Laksmi di SMA. Lucunya, mereka sama sekali nggak saling mengenal saat duduk di bangku sekolah menengah atas.

“Kami resmi berkenalan dan memulai komunikasi setelah dia alumni. Waktu itu sih sejujurnya aku belum berniat pacaran serius sama Made,” aku Laksmi. Namun, rencana Tuhan ternyata berbeda. Mereka berpacaran cukup lama hingga pertengahan 2016 lalu, Made melamar Laksmi dengan kejutan yang super manis di Apsara Resto.

Hubungan yang santai itu bermodalkan saling support dan saling belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Apalagi, keduanya memiliki kebiasaan dan selera yang benar-benar berbeda. “Misalnya, dari karakter pribadi, Made semakin lama semakin kalem, sedangkan aku semakin bawel,” ujar Laksmi.

Namun, Laksmi dan Made juga memiliki persamaan, yaitu menyukai suasana outdoor. Inilah alasan utama yang mendorong keduanya untuk melakukan prewedding dengan konsep outdoor yang natural.

Hiking Pertama Kali

Laksmi dan Made sebenarnya bukan anak gunung. Justru, hiking ke Gunung Gede merupakan pengalaman pertama bagi mereka. Tantangannya beragam, mulai dari izin orang tua yang agak alot hingga persiapan fisik dan mental karena cuaca yang kurang bersahabat. “Medan pendakian tentu akan semakin berat kalau hujan turun,” jelas Laksmi. Namun, semua itu tidak menyurutkan niat mereka untuk melanjutkan rencana.

Pada hari yang telah ditentukan, Laksmi, Made, dan tim fotografi berangkat dari Pos Putri sekitar pukul 09.00 WIB. Cuaca pada pagi itu sangat cerah. Panas matahari menyengat. Jalur pendakian memang belum semuanya terlindung pepohonan karena masih berada di sekitar pemukiman warga.

Semakin lama, jalur yang ditempuh semakin terjal dan lumayan membuat anggota tim ngos-ngosan. “Kami pun harus ekstra hati-hati karena di tengah perjalanan hujan rintik-rintik mulai turun. Jalur menjadi lebih licin,” kisah Laksmi.

Bukan hanya itu. Semakin jauh mendaki dan memasuki hutan, udara pun semakin dingin. Laksmi yang menderita sinus sejak setahun terakhir mulai merasa hidungnya tidak beres. “Tangan dan kaki terasa beku. Dan jalur pendakian seperti nggak ada ujungnya. Sinyal handphone juga nggak terlihat segaris pun. Itu membuatku mulai panik. Gimana kalau aku sakit? Gimana kalau terjadi sesuatu dan kita nggak bisa menghubungi siapa-siapa?”

Hal ini sempat membuat Laksmi ingin pulang ketimbang menyelesaikan misi utama. Untungnya, tim yang berangkat bersama mereka cukup berpengalaman dalam hal pendakian. Melihat kondisi fisik Laksmi yang capek dan panik, mereka mencoba bercanda supaya suasana menjadi santai.

Dengan dukungan Made dan teman seperjalanan, Laksmi dan tim sampai di lokasi yang diinginkan pada pukul 3 sore. Di sana terlihat hamparan Alun-Alun Surya Kencana yang memanjakan mata dan kaki karena jalur tidak lagi menanjak.

Sesi Foto

Meskipun kondisi Alun-Alun masih gerimis, tim fotografi malah mengusulkan untuk segera memulai sesi foto. Padahal, Laksmi belum sempat melakukan touch up, bahkan sisiran. Namun, karena masih senang dan takjub melihat pemandangan indah tersebut, ia berani mengiyakan.

“Foto sesi pertama ini menangkap kebahagiaan kami yang baru saja menyelesaikan pendakian. Nggak peduli kaki pegel dan muka kucel, kami asyik bermain di antara edelweiss. Rintih-rintik hujan yang tertangkap kamera membuat hasil foto pun semakin romantis,” tutur Laksmi.

Malam itu, mereka berkemah dan makan malam bersama. Rencananya, mereka akan mendaki ke puncak Gunung Gede pada pukul 04.00 dini hari. Sempat ada rasa pesimis bisa sampai ke puncak karena malam itu hujan turun dengan deras dan tenda juga bocor. Bahkan, kondisi fisik Laksmi menurun.

Beruntung, segala sesuatu bisa diatasi dengan baik sehingga mereka bisa mendaki ke puncak sesuai rencana. “Kami tiba pada saat matahari terbit dan segera bersiap melakukan sesi foto kedua. Lucunya, kami sempat dimintai foto bareng oleh beberapa pendaki di sana. Mungkin mereka merasa aneh melihat penampilanku yang saat itu sanggup memakai gaun padahal cuaca sedang dingin-dinginnya,” kata Laksmi tertawa.

Perjalanan pulang hanya memakan waktu sekitar 4 jam dan mereka lebih menikmatinya. Mungkin karena badan sudah mulai beradaptasi dan hati diliputi perasaan senang telah berhasil mendaki ke puncak. Hujan besar saat itu tidak lagi menjadi masalah besar. “Perjalanan ini menjadi seperti petualangan bagiku dan Made. Di tengah-tengah tekanan persiapan pernikahan yang tinggal 2 bulan lagi ditambah tekanan pekerjaan, 2 hari di gunung seperti refreshing.”

Kok prewedding sampe segitunya? Awalnya, Laksmi juga berpikir demikian. Namun, setelah dijalani, ternyata banyak benefit yang mereka dapatkan dari perjalanan itu. Bukan hanya sekadar memiliki foto prewedding yang oke, tetapi juga merasakan pengalaman yang jauh lebih berharga.

“Kayaknya pengalaman seperti ini bakalan seru kalau nanti diceritakan ke anak cucu,” ujar Laksmi tersenyum.

Vendor Memuaskan

Vendor yang dipilih Laksmi untuk foto prewedding adalah Redwhite Photo dan Artventura Project. “Kami ingin hasil yang senatural mungkin, tanpa properti berlebihan, supaya keindahan Gunung Gede lebih terekspos. Kami juga ingin menonjolkan momen kebersamaan kami. Sepertinya, mereka memang ahli dalam hal itu karena hasilnya beyond my expectation. Mereka juga mahir membangun mood dan mencairkan “muka kaku” saat sesi foto berlangsung,” ujar Laksmi. Poin plusnya, hasil foto beserta miniclip-nya selesai dengan cepat.

Bagi Laksmi, seluruh perjalanan mereka mendaki Gunung Gede sangat berkesan. Ada hal-hal baik yang didapatkan, misalnya membuat mereka lebih fokus satu sama lain, lebih sabar, dan lebih mengerti kondisi masing-masing. “Awalnya sih sempat kesel karena nggak ada sinyal, tapi ternyata itu juga bagian yang menyenangkan.”

Namun, yang paling membuat Laksmi dan Made terkesan adalah ketika keduanya harus menjalani sesi foto dalam keadaan hujan. Saat itu, mereka baru saja tiba dan cuaca kurang bersahabat. Sempat ada kekhawatiran karena mereka tidak bisa mendapatkan golden hour. Namun, ternyata hasil foto yang didapatkan tetap memuaskan.

Pesan dari Laksmi untuk para bride to be (jika ingin melakukan preweddingdengan tema yang sama dan baru pertama kali hiking) adalah:

  • Persiapkan fisik dan mental. Ini penting. Sempatkan latihan membawa tas yang diisi agak berat sambil naik turun tangga atau sambil jogging.
  • Bawa obat-obatan. Suhu di Gunung Gede saat itu mencapai 7 derajat. Situasi ini sempat membuat hidungku mampet sampai sesak nafas dan aku menyesal nggak membawa obat-obatan yang cukup. Make sure kesalahanku ini nggak terulang oleh kalian, ya!
  • Gunakan sepatu hiking yang nyaman dan bekal kaos kaki yang cukup banyak.
  • Tidak perlu membawa banyak properti untuk keperluan sesi foto karena gunung itu sendiri sudah menjadi properti yang cantik. Tentunya, ini juga untuk meringankan bawaan kita. Kalau ingin membawa bunga, bisa gunakan dried flower. Jangan memetik edelweiss yang ada di gunung.
  • Kenakan kostum yang nyaman. Memang, foto menggunakan dresssaat di puncak akan terlihat cantik. Namun, kalau nggak kuat dengan hawa dingin, jangan dipaksakan. Berfoto dengan mantel bisa menjadi alternatif lain dan tetap cantik, kok.
  • Enjoy the journey!

sehari menginspirasi – menularkan energi dan mendapatkan energi positif

Sehari Menginspirasi.

Seperti beberapa tahun sebelumnya, hari ini saya kembali menambahkan sekantung energi positif kedalam diri. Sehari menginspirasi untuk anak-anak di Sekolah Dasar tepatnya. Memang hanya sehari, tetapi bagi kami adalah sesuatu yang cukup berarti.

Hari Inspirasi.

Hari inspirasi adalah hari dimana kami melepaskan semua rutinitas kami sebagai pekerja atau mahasiswa untuk menginspirasi dan membagi ilmu tentang profesi yang kami geluti. Sesuai hasil di hari briefing, seperti biasa kami dibagi dalam beberapa kelompok. Kelas inspirasi tahun ini diikuti sekitar 1.600 orang relawan. Wow, jumlah yang terus bertambah setiap tahunnya menandakan bahwa semakin banyak manusia-manusia baik di muka bumi yang ingin berbagi.

Kali ini saya beserta 21 relawan inspirator dan 5 relawan dokumentator berkesempatan membagikan energi positif di SDN Babakan Sinyar Bandung. Pertemuan kami di awali di hari briefing dan di akhiri dengan pembentukan Whatsapp Group untuk memperjelas komunikasi. Pertemuan untuk merencanakan skenario pada saat hari inspirasi pun kita lakukan. Sungguh sangat luar biasa, kali ini saya dipertemukan dengan orang-orang yang luar biasa. Mulai dari profesi Chef hingga profesi Pak Polisi.

Hari inspirasi kali ini saya kembali diberi kesempatan menjadi inspirator dengan provesi Traveler. Sebenarnya ini bukan profesi asli saya hehe, tapi profesi sampingan saya dan dunia yang benar-benar saya geluti dan saya cintai.

Kali ini saya mendapatkan kesempatan untuk mengajar di kelas 4B , 2A dan 3A. Setelah beberapa kali berpartisipasi dalam kegiatan ini, sungguh sangat terasa betapa besar dan mulianya jasa ibu dan bapak ibu guru. Mengajar dan Mengayomi anak-anak sekolah dasar memang bukanlah sesuatu hal yang mudah. Sunggu besar tantangannya. Energi yang dikeluarkan juga sungguh sangat menguras tenaga. Menghadapi murid-murid sekolah dasar memang sangat membutuhkan mental yang sabar.

Jam 09.00 saya mendapatkan giliran mengajar di ruang kelas 4B. Murid-murid di kelas 4 sungguh sangat antusias ketika saya masuk ke kelas. Kali ini persiapan saya untuk mengajar tidak begitu banyak, hanya sebuah peta indonesia dan laptop berisi video pendakian gunung saya suguhkan untuk anak-anak dikelas.

Pertanyaan pertama yang terlontar dari mulut saya adalah Apa ibukota Indonesia?, lalu berlanjut Dimanakah letak Kota Bandung? dan berlanjut pertanyaan-pertanyaan selanjutnya tentang kota-kota di Indonesia berikut budaya, kesenian, makanan dan lain sebagainya.

Pada saat saya melontarkan pertanyaan mengenai Pernahkah kalian jalan-jalan? tepatnya jalan-jalan saat mudik. Ada satu orang anak yang cukup cerdas menurut saya, dia bisa menjabarkan bahwa dia mudik ke daerah Banjarnegara, dan dia bisa menjabarkan bahwa kota banjarnegara dekat dengan kota purwokerto lalu dekat dengan kota wonosobo.

Disisi lain, saat saya melontarkan pertanyaan tentang kebudayaan dan tentang daerah-daerah di Indonesia masih banyak yang belum mengetahui dan tidak banyak yang bisa menjawab dengan tepat.

Berbeda saat saya masuk ke kelas 2A dan 3A, bentuk ketertarikan mereka sangat berbeda dengan kelas 4B. Mereka sangat tertarik tetapi juga hyperaktif, mungkin karena mereka masih terhitung kecil. Dan sungguh, energi saya sempat terkuras saat masuk di kelas 2A. Beberapa anak ada yang rebutan menempelkan langit cita-cita yang saya tempelkan, dan akhirnya sampai ada yang bertengkar dikelas.

Setelah masuk ke kelas-kelas tersebut, ada beberapa hal yang sedikit saya sesalkan. Saat saya memutarkan video mengenai perjalanan dan pendakian, ada moment dimana proklamasi dibacakan, dan disayangkan anak-anak di kelas 4 yang sekalipun sudah mengecap pendidikan selama 4 tahun ternyata masih ada yang belum mengetahui bahwa itu adalah pembacaan proklamasi dan dibacakan oleh presiden pertama kita Soekarno-Hatta.

Menginspirasi dan Terinspirasi.

Segudang cerita dan pengalaman baru bersama anak-anak kembali saya rasakan dikelas. Energi positif dari mereka sungguh besar. Semangat positif banyak menular kedalam diri saya. Sama halnya dengan energi positif yang diberikan oleh teman-teman yang luarrrr biasa. Siapa sangka, setiap kali menjadi relawan inspirasi saya selalu dipertemukan dengan orang-orang yang luar biasa hebatnya. Pengacara dengan perjuangan angklung unesco-nya, Ibu dokter gigi anak, jurnalis, pelukis, chef, banker, geolog, dan masih banyak lagi profesi-profesi hebat yang saya temui kemarin.

Hari itu, saat kami sama-sama menginspirasi, kami tidak mengenal perihal siapa yang paling hebat dalam profesinya. Tapi kami sama-sama membagi profesi kami kepada sesama relawan maupun anak-anak dikelas. Sharing pengalaman, cerita dan lain sebagainya kami lakukan saat pertemuan singkat tersebut. Ternyata ada beberapa teman relawan yang jauh-jauh datang dari Bali dan Yogyakarta. Sungguh mulia sekali niat dari teman-teman baru ini untuk berbagi inspirasi sekaligus menimba ilmu serta pengalaman dari kegiatan yang sangat positif.

Rasanya tidak pernah bosan dan terus mencoba untuk berpartisipasi pada kelas-kelas inspirasi selanjutnya, baik di Kota Bandung sendiri maupun di Kota-Kota lainnya.

Menginspirasi dan terinspirasi sungguh sebuah anugerah yang luar biasa.

“… Jangan pernah lelah berbagi, menginspirasi dan merekam inspirasi-inspirasi positif dari dunia sekitar. Jangan pernah berhenti menginspirasi dan berbagi. Karena sebaik baiknya manusia adalah manusia yang bisa membagi energi positif untuk sesama…”

Salam Inspirasi..

Melanglang Buana. 

tiba akhirnya penantian panjang seorang tua yang bahagia dibumbui sedikit air mata haru,  melihat anak laki-laki kebanggaannya menggunakan toga dan menggenggam sebongkah ijazah ditangannya. 

satu tahun,  

dua tahun, 

tiga tahun, 

empat tahun,  

lalu kamu bersimpuh dihadapan seorang tua yang bernama ibu, mengabarkan bahwa kebahagiaan untuk ibu sedikit tertunda. 

tahun kelima,  dengan sekantung pelajaran hidup dan pengalaman di alam. 

akhirnya,  sekantung kebahagiaan untuk seorang tua –  ibu,  berhasil di diberikan tanpa banyak merepotkan.  tanpa banyak membebankan.

bukan sejumput kata cumlaude dan secarik kertas bertuliskan ijazah untuk sebuah kebanggaan,  tapi selangkah maju berpikir bagaimana cara menjadi manusia yang lebih berguna dan bisa terus berbagi untuk sesama. 

selamat menjelajah lelautan lalu sesekali gunung gemunung,  lalu raihlah mimpimu untuk terus belajar dialam, didarat maupun lelautan. adik yang selalu sederhana,  kamu pasti bisa lebih baik dari aku ~

jogjakarta,  16 feb 2017.

Menemukan sebuah kebahagiaan dengan Berlari.

whatsapp-image-2016-09-09-at-10-56-02-3

Coast to Coast Night Trail Ultra 25K  2015 – Pantai Depok

Satu pertanyaan yang cukup menggelitik bagi kami-kami para pelari salah satunya adalah “kenapa sih kamu kok lari lari terus..? gak capek gitu..??”

Go Run ~

Shoot – Fast Runner

Terkadang begitu banyak celetukan teman-teman disekitar yang mungkin sedikit lelah melihat aktivitas kita dalam hal berlari.

Memang, berlari adalah salah satu hal yang cukup melelahkan sekaligus membahagiakan.

Untuk teman-teman yang memang kurang suka terlalu berolahraga atau memang agak malas beranjak untuk melakukan kegiatan olahraga, kali ini saya ingin sedikit berbagi tips untuk memulai berolahraga, terutama berlari. 

  • Munculkanlah  NIAT .

Untuk memulai sesuatu yang baru atau bahkan sama sekali tidak kita sukai memang agak sedikit sulit. NIATlah yang membangunkan semuanya dan membuat semuanya bisa terjadi dan dijalani. Mulailah dengan niat untuk hidup lebih sehat dan bahagia. Bangunlah sedikit lebih pagi, bersiap siap, lalu memulai berolahraga. Bisa diawali dengan jalan santai lalu berlari Diawali dengan Niat yang baik, pasti tekad kita akan terlaksana.

berlari pagi hari di jalanan Kota Bandung

  • Meluangkan Waktu

Dengan berbagai kesibukan yang kalian punya,  meluangkan waktu untuk berolahraga adalah salah satu hal yang cukup berat. Harus bangun sedikit lebih pagi,  segera bersiap ke kantor atau kuliah. Pulang kantor atau kuliah kita pasti lebih memilih untuk beristirahat atau tidur. Disinilah komitmen kita di uji. Luangkanlah waktumu sejenak untuk berolahraga, berlari sebelum berangkat ke kantor atau kuliah bisa meningkatkan semangat kita dihari itu. Juga berlari setelah pulang kantor atau kuliah bisa merefresh otak kamu setelah seharian jenuh beraktifitas. Patut dicoba.

  • Membuat Reminder

Untuk melakukan sesuatu  (terutama berolahraga – berlari)  secara konsisten, kadang-kadang butuh sebuah pengingat atau reminder agar niatmu bisa terlaksana. Kita bisa membuat pengingat atau reminder untuk meningatkan akan niat dan konsistensimu dalam berolahraga – berlari. Buat alarm untuk bangun sedikit lebih pagi, misal setelah solat subuh (walaupun prakteknya agak susah, sih) dan sore hari sepulang kantor atau kerja. Kamu juga bisa membuat reminder hidup alias saling mengingatkan dengan temanmu untuk tetap konsisten berlari kapan pun itu.

  • Berlari dimulai dengan Jarak Pendek

Bagi teman-teman yang belum terbiasa berlari atau bahkan baru memulai untuk berlari, tidak perlu muluk – muluk untuk berlari langsung dengan jarak yang jauh. Berlarilah 2 atau 3 kilometer terlebih dahulu. Dengan pace santai, tidak perlu terburu-buru. Jika nanti sudah terbiasa dan tubuh sudah mulai menyesuaikan dengan ritme berlari, otomatis tubuh memberi alarm untuk meminta jarak yang agak jauh dari biasanya.

Running, not is all about Pace

  • Mengikuti komunitas berlari

Berlari bersama-sama memang lebih menyenangkan ketimbang berlari sendirian. Salah satu cara mengatasi kebosanan berlari sendiri adalah dengan cara mengikuti komunitas lari yang ada disekitar kota kalian. Di kota-kota besar bahkan di kota kecil sudah banyak komunitas lari yang dapat memfasilitasi kegiatan dan hobi berlari kalian. Dengan mengikuti komunitas lari juga kita bisa mendapatkan banyak ilmu dan sharing mengenai kegiatan berlari.

Night Runner

Community

  • Carilah Running Buddy – Mu

Salah satu cara yang bisa membuat lebih bersemangat berlari adalah mencari Running Buddy. Apa itu Running Buddy ? Running Buddy adalah teman yang bisa menemani kamu selama berlari yang artinya teman lari kita memiliki satu pace atau memiliki kecepatan yang sama dengan ritme lari kita. Running Buddy sangat berguna sekali untuk memberikan semangat disaat kondisi lari mu sedang menurun atau down. Disaat sedang tidak bersemangat dalam lelarian pun Running Buddy mu bisa meningkatkan semangat kembali untuk memulai berlari.

call me – running buddy

Support adalah kekuatan terbesar untuk menyelesaikan lelarian jarak jauh – borobudur marathon 2016

with running buddy – bali marathon 2016

Running Buddy ~

100 meter sebelum finish line – Bali marathon 2016

  • Berlarilah di Track lari , Jalanan Kota dan juga Hutan

Berlari bisa dilakukan di beberapa tempat. Berlari bisa dilakukan di Track khusus untuk berlari. Bisa juga dilakukan di Jalanan Kota dengan memperhitungkan rute yang aman, nyaman dan tidak terlalu ramai. Selain itu kalian juga bisa melakukan berlari dihutan atau trail run. Gantilah rute berlari kalian, untuk merefresh dan mendapatkan suasana baru. Ketiga track ini memiliki kenikmatan tersendiri disaat melewatinya. Terkadang berlari di track agak sedikit membosankan, berlarilah di Jalanan Kota. Dan jika sudah terlalu penat berlari di Jalanan Kota berlarilah di Hutan sambil menikmati suara alam yang sangat alami. Pilihlah track lari sesuai kebutuhan kalian.

Run with Smile

Night Runner

On the Road

Run Forest Run

Remember – Coast to Coast Pantai Depon Jogja – Februari 2016

  • Sesekali ikutilah Event Lari

Setelah rutin melakukan olahraga – berlari, cobalah suasana baru dengan mengikuti event-event lari yang banyak di gelar di kota-kota besar. Banyak event lari yang diadakan, mulai dari Fun Run 5-10K sampai Ultra Run 100K. Walaupun harus merogoh sedikit kocek untuk membeli Slot lari, akan ada sedikit pengalaman baru yang didapatkan. Biasanya sebuah event lari Fun Run 5-10k menarifkan kurang lebih Rp. 100.000 – 150.000. Fasilitas yang didapatkan biasanya adalah sebuah racepack dengan isi race tee, dan voucher-voucher dari sponsor. Dan diakhir lelarian setelah finish kalian akan mendapatkan Medali, bentuk penghargaan telah menyelesaikan lelarian tersebut.

The Marshall – Hermina Fun Run 

Finish Line – Tahura Trail Run 2016

” Mulailah semuanya dari diri sendiri, bukan hanya euforia semata agar bisa  setara dengan orang-orang yang telah terlebih dahulu melakukannya.”

“Berolahraga / Berlari adalah sebuah kepuasan tersendiri untuk diri sendiri. Semua manfaat pada akhirnya akan kita rasakan dengan sendiri.”

“Berolahraga / Berlari adalah sebuah bagian yang dapat menyatukan kebersamaan dengan kawan lari lainnya.”

“Berlarilah dengan Hati, untuk Diri dan tetap Rendah Diri walau Ratusan Ribu Kilometer sudah bisa dilalui.”

Salam.

#marilari

Leg on The Track 

 

traveling – menyusuri keindahan budaya dan cerita di Jogjakarta

Beberapa waktu yang lalu, di akhir pekan saya kembali mengunjungi Kota Gudeg alias Jogjakarta. Keberangkatan ke kota ini tidak terencana karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan.

Seperti biasa kereta api membawa saya dengan lajunya menuju kota gudeg tersebut. Lodaya pagi menghantarkan saya menuju Stasiun Tugu pagi itu. Ditemani alunan lagu musisi asal Jogjakarta, dengan instrumental musiknya gardika gigih pradipta.

2016_1210_07011700.jpg

Train Station

kita kan naik kereta yang sama – by gardika gigih pradipta

Kereta api selalu membawa aroma dan suasana tersendiri untuk saya. Baik kereta api eksekutif maupun ekonomi sekalipun. suara mesin kereta api dan lajunya kereta api selalu membawa kerinduan untuk kembali berperjalanan dengan kereta api.

Siang hari tepat pukul 3, setelah berperjalanan selama 8 jam kereta api pun tiba di Stasiun Tugu Jogjakarta. Udara panas khas kota gudeg menyengat kulit saya yang tertutup baju hitam siang itu.

Sama sekali tidak ada rencana untuk mengunjungi tempat-tempat di Jogjakarta kali ini, karena memang tujuannya untuk menyelesaikan beberapa hal di Jogja. Seperti biasa, ketika berkunjung ke Jogja saya selalu memilih untuk menginap di tempat yang menurut saya nyaman dan juga murah.

Motor mas gojeg yang sudah saya pesan mengarah ke arah jalan Let Jen Suprapto. Tidak begitu jauh dari lokasi malioboro, motor mas gojeg berhenti di homestay tempat biasa saya menginap. Edu Hostel Jogja, memiliki konsep penginapan Dormitory dan memiliki rate kamar yang cukup murah bagi Backpacker atau Traveler.

Rooftop Edu Hostel

Dengan merogoh uang di kantong sebesar Rp. 80.000 kita sudah mendapatkan 1 bed plus voucher breakfast. Konsep edu hostel sendiri adalah satu kamar dengan fasilitas 6 bed dan 6 lemari. Untuk kamar pria dan wanita terpisah (tidak seperti dormitory di luar negeri yang kadang-kadang 1 kamar untuk pria dan wanita).

Pemandangan dari rooftop edu hostel pagi hari juga sangat indah. Pemandangan Gunung Merapi terlihat dari kejauhan.

Jogja, cantik nan berbudaya.

Kedatangan saya kali ini yang sekejap mata di Kota Gudeg mengarahkan motor saya dan ketiga orang teman saya ke satu sudut Kota Jogja yang beberapa tahun lalu sempat saya datangi.

Kota Gede, kawasan tua atau klasik di salah satu sudut Kota Jogja yang sarat akan budaya dan sejarahnya. Sebenarnya amat sangat banyak kawasan bersejarah dan berbudaya di Kota Jogja, namun kali ini saya memilih menyusuri kembali kawasan Kota Gede.

Double exposure – Pintu Masuk Mesjid Agung Mataram

Mesjid Agung Mataram, tersirat beberapa sejarah dari Mesjid Agung Mataram di Kota Gede ini. Mesjid Agung Mataram sendiri adalah salah satu bagian dari kerajaan islam yaitu Kerajaan Mataram yg sangat besar. Bangunan di kota gede ini hanyalah secuil dari masa kejayaan mataram. Bisa dilihat dari sisa hari makam raja, masjid dan pemandian.

2016_1211_09373400.jpg

Menuju ke Pemandian

Bapak mengantar Tamu yang akan mengunjungi Makan Raja Mataram

Ketika VOC mengusai mataram, Kota Gede merupakan salah satu lumbung perdagangan VOC dan dibuatlah rumah gadai untuk masyarakat disekitar Kota Gede yang sekarang dikenal dengan Rumah Kalang.

Lorong

Rumah Kalang adalah satu jenis rumah khas di Kota Gede yang dimiliki oleh orang-orang Kalang atau Saudagar. Rumah kalang adalah rumah tradisional jawa dengan sentuhan arsitektur yang megah. Tidak semua orang dapat mengunjungi rumah kalang, hanya tamu khusus untuk si empunya saja yang bisa mengakses dan bertamu ke dalam rumah kalang. Oleh karena itu Rumah Kalang tidak dibuka untuk wisata umum.

Arsitektur Rumah Kalang

Salah satu hal yang menarik dari Kota Gede adalah bangunan-bangunan tua yang berderet sepanjang jalan hingga ke jalan-jalan kecil yang ada di Kota Gede. Bangunan-bangunan tersebut juga sarat akan sejarah yang ada.

Ditengah akses jalan masuk menuju Mesjid Agung Mataram Kota Gede saya menemukan tempat yang ternyata selama ini amat sangat terkenal di ranah media sosial. Berbeda sekitar tahun 2010-an yang lalu ketika saya mengunjungi kawasan kota gede. Tempat tersebut hanya sekedar jalan akses masuk menuju kawasan Mesjid Agung Mataram. Memang disisi jalan tersebut berdiri rumah kuno dengan pintu-pintu kayu etnik khas dengan ukiran jawanya.

Pintu Hits Kota Gede, begitulah nama terkenalnya. Setiap wisatawan yang berkunjung ke Kota Gede dan terutama pecinta fotografi kemungkinan besar sudah mengunjungi lokasi ini karena memang angle untuk pengambilan fotonya sangatlah cantik dan minimalis. Dengan background pintu kayu dan pepohonan rambat yang menjalar disampingnya. Untuk hanya sekedar mengabadikan foto, para wisatawan yang sedang mengunjungi Kota Gede rela mengantri untuk mengambil foto di spot tersebut.

Pintu Sejuta Umat

Antimainstream – Fotonya disebelahnya aja deh ~

Potrait – Anak anak bersepeda di jalanan Kota Gede

Kebetulan sekali, hari itu saya kurang berminat untuk mengabadikan foto di spot sejuta umat tersebut, karena menurut saya sudah terlalu mainstream, hahaha.

Satu referensi bagi saya saat ini, jika berperjalanan – traveling – atau backpacking hiasilah perjalanan dengan sebuah pengetahuan dan pembelajaran. Bagi saya berperjalanan – traveling – bacakpacking  bukan hanya sekedar kabur dari rutinitas yang menjenuhkan, bukan sebatas merefresh kembali otak yang sudah penat, tapi menghiasi diri dan wawasan dengan hal-hal baru yang ditemukan selama berperjalanan.

Semoga perjalanan kalian pun bisa menyenangkan, menyehatkan sekaligus memperluas wawasan.

Salam ~